You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Koordinasi Pengawasan Reklame Harus Dipertegas
photo Doc - Beritajakarta.id

Koordinasi Pengawasan Reklame Harus Dipertegas

Kalau Satpol PP memang menertibkan, tapi itu jika ada permintaan dari unit terkait

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta menyayangkan robohnya jembatan penyeberangan orang (JPO) di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Apalagi, dugaan sementara penyebab robohnya jembatan karena pemasangan papan reklame tidak sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) di jembatan itu.

"Kalau Satpol PP memang menertibkan, tapi itu jika ada permintaan dari unit terkait. Datanya mereka kan tidak punya mana reklame yang ada izin dan yang tidak," ujar Syarif, Sekretaris Komisi A DPRD DKI Jakarta, Minggu (25/9).

Papan Reklame yang Melanggar di JPO akan Ditertibkan

Dikatakan Syarif, dulunya izin dan pengawasan sendiri dilakukan oleh Dinas Penataan Kota. Namun sejak beralih ke BPTSP koordinasi pengawasan menjadi tidak sinkron lagi. 

Karena itu dirinya berharap pemerintah daerah bisa mengevaluasi sistem pengawasan yang ada. Karena disinyalir masih banyak pelanggaran izin reklame yang hingga kini belum ditindak.

"Tolong segera ditindak. Harus jelas, jangan koordinasi antar SKPD bolong-bolong. Ini mirip kasus IMB, banyak pelanggaran, sudah heboh baru ditindak," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. 190 Satpol PP Dikerahkan Amankan Perayaan Malam Puncak HUT Jakarta

    access_time26-06-2026 remove_red_eye1148 personFolmer
  2. Warga Hingga Wisatawan Antusias Ikuti Lomba Mancing dan Tidung Beach Run

    access_time27-06-2026 remove_red_eye1060 personAnita Karyati
  3. Menuju 5 Abad Jakarta, Pramono-Rano Paparkan Capaian Pembangunan Infrastruktur

    access_time27-06-2026 remove_red_eye889 personDessy Suciati
  4. 1.525 Guru PPPK di Jakut dan Kepulauan Seribu Teken Perpanjangan Kontrak Kerja

    access_time01-07-2026 remove_red_eye888 personAnita Karyati
  5. Pengecoran Tanggul Dermaga Pulau Untung Jawa Capai 57 Persen

    access_time29-06-2026 remove_red_eye841 personAnita Karyati