You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Seorang Kakek Tenggelam di Kali BKB Gambir
photo Rudi Hermawan - Beritajakarta.id

Penjual Kopi Tenggelam di KBB Wilayah Gambir

Seorang kakek yang diketahui bernama Muhammad Saidi (82) tenggelam di Kanal Banjir Barat (KBB) di Jalan Tanjung Selor, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (6/10). Hingga kini petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (PKP) Jakarta Pusat masih melakukan pencarian.

Kejadiannya sekitar pukul 13.30 dan yang saya lihat tinggal tangannya aja

Nanang Adnan (40), salah satu saksi mata mengatakan, korban merupakan warga Jalan Pelita VI, Jatipulo, Palmerah, Jakarta Barat. Ia sehari-hari bekerja sebagai pedagang kopi di sekitar kawasan ini dan dirinya tiba-tiba melihat korban sudah tercebur.

"Kejadiannya sekitar pukul 13.30 dan yang saya lihat tinggal tangannya aja," kata Nanang saat ditemui di lokasi, Kamis (6/10).

Pencarian Korban Tenggelam di Kali Sunter Dilanjutkan Besok

Kepala Suku Dinas PKP Jakarta Pusat Abdul Cholik mengatakan, pihaknya menerima laporan pukul 15.45 dan langsung mengerahkan 36 petugas dan enam unit mobil rescue.

"Namanya diketahui Muhammad Saidi dan saat ini posisi korban tidak diketahui, karena sudah sekitar tiga jam lalu," tandasnya.

Hingga pukul 17.30, petugas dari kepolisian dan Sudin PKP Jakarta Pusat masih melakukan pencarian korban dan sejumlah warga memenuhi lokasi pencarian.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Bakal Tindak Tegas Aksi Pelecehan Agama

    access_time11-08-2026 remove_red_eye11414 personDessy Suciati
  2. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1349 personAnita Karyati
  3. Transjakarta Siapkan Pengelolaan Transportasi Kepulauan Seribu Tahun Depan

    access_time12-08-2026 remove_red_eye1295 personFakhrizal Fakhri
  4. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye1284 personFakhrizal Fakhri
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye995 personBudhi Firmansyah Surapati