You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Lelang Sekolah Gagal Diminta Prioritas Tahun 2017
photo Reza Hapiz - Beritajakarta.id

Pembangunan Sekolah Jadi Prioritas dalam Pembahasan APBD 2017

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta meminta pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2017 mendahulukan sejumlah program prioritas. Salah satu di antaranya, program pembangunan 45 gedung sekolah yang gagal lelang pada 2016.

Pembangunan gedung sekolah ini agar diprioritaskan saat pembahasan anggaran APBD 2017 mendatang

"Pembangunan gedung sekolah ini agar diprioritaskan saat pembahasan anggaran APBD 2017 mendatang," ujar Triwisaksana, Wakil Ketua Badan Anggaran DPRD DKI Jakarta, Senin (10/10).

Anggota Badan Anggaran DPRD DKI, Syarifuddin menambahkan, permasalahan sekolah saat ini tidak hanya masalah pembangunan gedung saja. Kurangnya sarana dan prasarana sekolah juga menjadi salah satu masalah yang dihadapi sekolah yang baru dibangun.

Paripurna Raperda APBD Perubahan Dengar Jawaban Gubernur

"Seperti di SMPN 151 Koja, itu gedung lama satu lantai dibangun jadi tiga lantai. Sarana belajarnya kurang, jadi yang dilantai dua belajar pakai tikar," katanya.

Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Saefullah mengatakan, akan langsung menindaklanjuti hal tersebut. "Kita akan carikan sarana belajar yang lebih dan tidak digunakan. Nanti akan kita pindah ke lokasi," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5295 personNurito
  2. Hari Pertama JRF 2026, Kualitas Udara Jakarta Lebih Nyaman

    access_time24-10-2026 remove_red_eye1851 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Lahan Tidur di Cijantung Jadi Taman Interaktif Diapresiasi Warga

    access_time23-10-2026 remove_red_eye1784 personNurito
  4. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye1776 personFakhrizal Fakhri
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1583 personAnita Karyati