You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
DKI Lirik Daerah Lain untuk Penggemukan Sapi
photo Reza Hapiz - Beritajakarta.id

DKI Lirik Daerah Lain untuk Penggemukan Sapi

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan mengembangkan sayap untuk penggemukan sapi ke daerah-daerah lainnya. Tujuannya untuk bisa memenuhi kebutuhan daging sapi di Ibukota yang setiap harinya mencapai 600-800 ekor sapi.

Saya minta untuk menjajaki daerah lain jangan cuma NTT saja. Daerah sekitar masa nggak ada

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono ingin mencari daerah lain yang lebih dekat dengan Jakarta untuk penggemukan sapi. Karena daerah-daerah yang sudah bekerja sama lokasinya berada di luar pulau Jawa.

"Saya minta untuk menjajaki daerah lain jangan cuma NTT saja. Daerah sekitar masa nggak ada," kata Sumarsono, di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (29/11).

Dharma Jaya Luncurkan Penjualan Daging dengan Motor Boks

DKI Jakarta sudah melakukan kerjasama dengan beberapa daerah dalam penggemukan sapi, seperti Nusa Tenggara Tumur (NTT), Lampung, dan Bangka Barat. Saat ini semuanya masih dalam proses pengembangbiakan.

Hingga saat ini PD Dharma Jaya baru bisa memenuhi 350 ekor sapi per bulannya. Sementara kebutuhan dalam satu hari bisa mencapai 600-800 ekor sapi.

"Dari Dharmajaya cuma bisa meng-cover tiga persen marketshare-nya. Selebihnya disuplai melalui daging impor," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5071 personNurito
  2. Hari Pertama JRF 2026, Kualitas Udara Jakarta Lebih Nyaman

    access_time24-10-2026 remove_red_eye1817 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Lahan Tidur di Cijantung Jadi Taman Interaktif Diapresiasi Warga

    access_time23-10-2026 remove_red_eye1759 personNurito
  4. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye1561 personFakhrizal Fakhri
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1529 personAnita Karyati