You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Kecamatan Sawah Besar Dapat Plakat Merah Kasus Tertinggi DBD
photo Rudi Hermawan - Beritajakarta.id

Kecamatan Sawah Besar Dapat Plakat Merah DBD

Pemberian plakat merah terhadap kasus demam berdarah dengue (DBD) terus dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Pusat. Hal ini dilakukan untuk memacu agar camat dan lurah mampu menekan jumlah kasus DBD di wilayahnya.

Saya minta untuk ditingkatkan pemberantasan sarang nyamuknya dan bulan depan yang merah menjadi hijau itu yang kami inginkan

Wali Kota Jakarta Pusat, Mangara Pardede mengatakan, bulan November kasus DBD tertinggi terjadi di Kecamatan Sawah Besar, sedangkan kasus terendah yakni di Kecamatan Tanah Abang. Sedangkan sebelumnya kasus DBD tertinggi yakni di Kecamatan Johar Baru dan terendah di Kecamatan Senen.

"Saya minta untuk ditingkatkan pemberantasan sarang nyamuknya dan bulan depan yang merah menjadi hijau itu yang kami inginkan," kata Mangara, Selasa (13/12).

Kecamatan Cempaka Putih Dapat Plakat Merah

Sementara itu, Camat Sawah Besar Martua Sitorus mengatakan, pihaknya akan lebih gencar lagi melakukan PSN. Dirinya juga menargetkan plakat merah ini sudah tidak ada lagi di kantor Kecamatan Sawah Besar.

"Ini cambuk bagi kami untuk tingkatkan PSN dan targetnya bulan depan plakat merah ini tidak ada di wilayah kami," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1201 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1192 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye997 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye956 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye863 personBudhi Firmansyah Surapati