You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Pemkot Jakpus Adakan Sosialisasi MPM
photo Budhi Firmansyah Surapati - Beritajakarta.id

Satpol PP Diminta Dampingi Jumantik

Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Timur akan melibatkan petugas Satpol PP untuk mendamping kader Jumantik saat melakukan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Pelibatan Satpol PP diperlukan untuk mengantisipasi adanya pemilik rumah yang tidak kooperatif.

Pastikan semua rumah dapat dimasuki, bila perlu ajak lurah dan Satpol PP.  Ini upaya agar warga Jakarta Timur bebas DBD

Wakil Wali Kota Jakarta Timur, M Anwar mengatakan, kegiatan PSN secara rutin sudah diinstruksikan untuk dilakukan di lingkungan masing-masing. Kegiatan yang melibatkan warga ini bertujuan mencegah penyebaran wabah demam berdarah dengue (DBD).

"PSN merupakan upaya paling ampuh memberantas nyamuk penyebab DBD. Karena itu saya imbau warga agar rutin memeriksa bak mandi, dispenser, kulkas, dan pot bunga," ujarnya, Jumat (13/1).

PSN di Pekojan Perlu Ditingkatkan

Mengingat pentingnya PSN, ia mengimbau agar warga bersedia membukakan pintu bagi Jumantik yang bertugas. Menurutnya, keberadaan jentik nyamuk tidak hanya berdampak bagi pemilik rumah. Adanya nyamuk aedes aegypti juga akan berpengaruh ke lingkungan.

"Pastikan semua rumah dapat dimasuki, bila perlu ajak lurah dan Satpol PP.  Ini upaya agar warga Jakarta Timur bebas DBD," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Jalan Sebidang Pasar Minggu Ditarget Rampung Awal 2027

    access_time16-07-2026 remove_red_eye2049 personFakhrizal Fakhri
  2. Mitigasi Cegah Kendaraan Angkutan Barang Tabrak JPO Diperkuat

    access_time17-07-2026 remove_red_eye1020 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Pemprov DKI Segera Tangani Kenaikan Harga Sayuran

    access_time17-07-2026 remove_red_eye917 personFakhrizal Fakhri
  4. Reza dan Nadya Dinobatkan Sebagai Abnon Kepulauan Seribu

    access_time19-07-2026 remove_red_eye915 personAnita Karyati
  5. Pemprov DKI Segera Renovasi Jakarta Islamic Centre

    access_time16-07-2026 remove_red_eye796 personFakhrizal Fakhri