You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
penertiban pinggir rel
photo Doc - Beritajakarta.id

Penertiban Ricuh, 3 Petugas PT KAI Terluka

Upaya PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk menertibkan puluhan bangunan liar  di pinggiran rel Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (8/8) mendapat perlawanan dari para penghuni liar. Akibatnya tiga orang petugas PT KAI mengalami luka-luka.


Kita mau masukkan beko, tapi  tiba-tiba saja massa datang dan melempari kita

PT KAI memang telah lama berencana merapikan kawasan Stasiun Tanah Abang agar makin nyaman serta tertata. Salah satu target pembenahan itu adalah dengan membongkar bangunan liar yang ada di sekitar stasiun.

Halau PKL, Polda Bangun Pos Pengamanan di Monas

Dengan mengerahkan puluhan petugas dan alat berat beko, sekitar pukul 11.00, petugas mulai melakukan penertiban. Namun saat beko akan merobohkan puluhan bangunan liar, mendadak muncul massa yang menghadang. Mereka melarang petugas membongkar bangunannya.

 "Kita mau masukkan beko, tapi  tiba-tiba saja massa datang dan melempari kita," terang Laode, seorang petugas PT KAI kepada beritajakarta.

Massa dengan beringas melempari beko dan petugas yang akan menertibkan bangunan. Akibatnya tiga orang mengalami luka-luka ringan di wajahnya akibat terkena lemparan batu.  "Karena massa beringas, kita tidak bisa berbuat banyak. Barisan massa yang padat membuat kita tidak bisa lari. Akibatnya ketiga teman saya jadi bulan-bulanan dan menderita luka ringan dan lebam di sekitar wajahnya," terang Laode..

Kericuhan yang berlangsung sekitar 25 menit itu mengakibatkan jalur kereta KRL Commuter Line tujuan Palmerah-Tanah Abang sempat tersendat.

Sementara itu,  Kapolsek Metro Tanah Abang, AKBP Anom Setyadji mengatakan, dalam melakukan penertiban bangunan liar di Stasiun Tanah Abang, pihak PT KAI tidak berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

 "Saya tidak bisa kasih banyak penjelasan, karena PT KAI tidak pernah melakukan koordinasi dengan petugas  kepolisian. Makanya saya tidak bisa memberikan pernyataan terkait kericuhan tadi," ungkap Anom.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Sudin Kominfotik Jakut Berkolaborasi Tingkatkan Literasi Digital

    access_time27-01-2026 remove_red_eye1338 personAnita Karyati
  2. Cuaca Berawan Diprediksi Naungi Jakarta Hari Ini

    access_time26-01-2026 remove_red_eye1181 personDessy Suciati
  3. Cegah Banjir, Pemprov DKI Siapkan OMC hingga Siagakan 200 Ekskavator

    access_time26-01-2026 remove_red_eye972 personDessy Suciati
  4. Pramono Perpanjang Masa PJJ Sampai 1 Februari

    access_time29-01-2026 remove_red_eye946 personDessy Suciati
  5. KORPRI DKI Salurkan Donasi untuk Penyintas Bencana di Sumatra

    access_time30-01-2026 remove_red_eye774 personFakhrizal Fakhri
close