You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Komunitas Reog Ponorogo DKI Ajukan Dana Hibah Rp 2,7 Miliar
photo Punto Likmiardi - Beritajakarta.id

Komunitas Reog Ponorogo Ajukan Dana Hibah

Komunitas Reog Ponorogo di Ibukota mengajukan dana hibah kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Dana hibah ini akan digunakan untuk meningkatkan sarana dan prasarana 80 komunitas yang ada.

Mereka mengajukan proposal untuk sarana dan prasarana senilai Rp 2,7 miliar

Permintaan tersebut disampaikan perwakilan komunitas Reog Ponorogo saat bertemu dengan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono di Rumah Dinas Gubernur, Jalan Taman Surapati, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (17/1).

"Mereka mengajukan proposal untuk sarana dan prasarana senilai Rp 2,7 miliar. Selama ini, mereka belum pernah mendapatkan dana hibah," kata Sumarsono.

Pelajar Diimbau Ikut Lestarikan Reog Ponorogo

Ditambahkan Sumarsono, saat ini harga satu helai bulu gagak merak mencapai Rp 9.000. Sehingga, untuk satu reog yang memerlukan sekitar 2.000 bulu merak membutuhkan dana Rp 40 juta.

Seringkali saat tampil diberbagai kesempatan, bulu gagak merak ini dicabut oleh penonton. Alhasil, harus dilakukan perbaikan dengan anggaran yang tidak sedikit.

"Mereka sudah mengajukan resmi, kemudian saya berdiskusi ke Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Setidaknya, mereka bisa diberikan bantuan," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pelajar SD di Kepulauan Seribu Ikuti Lomba Regu Prestasi Penggalang

    access_time28-08-2026 remove_red_eye2027 personAnita Karyati
  2. Warga Kebayoran Lama Selatan Diberi Layanan CKG

    access_time01-09-2026 remove_red_eye1063 personTiyo Surya Sakti
  3. Komisi B Ingin Transportasi Kepulauan Seribu Lebih Nyaman dan Terjangkau

    access_time30-08-2026 remove_red_eye960 personFakhrizal Fakhri
  4. Tawarkan 37 Proyek Strategis, Pramono Ajak Investor Bangun Jakarta

    access_time28-08-2026 remove_red_eye894 personDessy Suciati
  5. JIF Summit 2026 Perkuat Kolaborasi dan Peluang Investasi Jakarta

    access_time28-08-2026 remove_red_eye812 personAldi Geri Lumban Tobing