You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Saya belum menemukan solusi lokasi TPS baru sebagai pengganti lima TPS yang terancam digusur.
photo Doc - Beritajakarta.id

Praktik Pungli Marak di TPS Jaksel

Praktik pungutan liar (pungli) dalam pengelolaan sampah di wilayah Jakarta Selatan masih marak terjadi. Untuk setiap satu gerobak yang membuang sampah ke Tempat Pembuangan Sampah (TPS) setiap bulannya dipatok tarif Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu.

Saya bayar Rp 300 ribu perbulan untuk buang sampah di TPS Pengadegan. Setiap harinya ada sekitar 500 gerobak yang membuang sampah di TPS itu, dan mereka juga dikenai tarif yang sama

Sulaiman (25), salah satu petugas pembuang sampah di wilayah Kelurahan Pengadegan, Pancoran mengaku, setiap bulan ia harus menyetor Rp 300 ribu kepada oknum petugas Suku Dinas Kebersihan Jakarta Selatan. Menurutnya, setiap hari rata-rata ada 500 gerobak yang membuang sampah ke TPS Pengadegan. 

"Saya bayar Rp 300 ribu perbulan untuk buang sampah di TPS Pengadegan. Setiap harinya ada sekitar 500 gerobak yang membuang sampah di TPS itu, dan mereka juga dikenai tarif yang sama," kata Sulaiman, Selasa (23/9).

92 Truk Sampah di Jaktim Butuh Peremajaan

Sulaiman mengungkapkan, ternyata di TPS lain di wilayah Jakarta Selatan pun berlaku praktik yang sama. Petugas penarik gerobak diwajibkan membayar mulai dari Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu kepada pengelola TPS setempat.

Kepala Suku Dinas Kebersihan Jakarta Selatan, Zaenal Syarifuddin menjelaskan pihaknya kesulitan untuk menindak praktik pungli di TPS di wilayahnya. Pasalnya, kepengurusan TPS di seluruh kawasan pemukiman warga, diserahkan sepenuhnya kepada pengurus  RT, RW, kelurahan dan kecamatan setempat tanpa ada campur tangan Sudin Kebersihan Jakarta Selatan.

"Coba silahkan telusuri pungli-pungli tersebut. Pihak kami enggan dan menarik diri untuk masuk ke pengelolaan TPS," kata Zaenal.

Mengenai pungli yang terjadi di beberapa TPS, kata Zaenal,  yang hidup dari sampah sangat banyak. "Mereka memakai baju lusuh dan terlihat kekurangan. Padahal ada beberapa uangnya banyak. Mereka hidup dari sampah," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye4845 personNurito
  2. Personel Gabungan Kembalikan Fungsi Trotoar dan Saluran di Jalan Sungai Bambu

    access_time21-10-2026 remove_red_eye2981 personAnita Karyati
  3. Hari Pertama JRF 2026, Kualitas Udara Jakarta Lebih Nyaman

    access_time24-10-2026 remove_red_eye1780 personBudhi Firmansyah Surapati
  4. Antisipasi Cuaca Panas, Pemprov DKI Siapkan OMC Jelang JRF dan Konser Kanye West

    access_time21-10-2026 remove_red_eye1769 personDessy Suciati
  5. Lahan Tidur di Cijantung Jadi Taman Interaktif Diapresiasi Warga

    access_time23-10-2026 remove_red_eye1740 personNurito