You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Pendapatan Retribusi Uji Kir Capai Rp 31,5 Miliar
photo Keren Margaret Vicer - Beritajakarta.id

Pendapatan Retribusi Uji Kir Capai Rp 31,5 Miliar

Pendapatan retribusi pengujian kendaraan bermotor (Kir) hingga Oktober 2017 mencapai Rp 31,5 miliar atau 63,29 persen dari target tahun ini sebesar Rp 49,8 miliar.

Kami optimistis target pendapatan retribusi tahun ini dapat tercapai

Sekretaris Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Setiawan menuturkan, agar pencapaian lebih maksimal pihaknya mendorong diterapkannya sistem non tunai untuk seluruh pembayaran retribusi.

"Mekanisme pembayaran non tunai bisa dilakukan dengan menjalin kerja sama dengan pihak perbankan. Ini penting untuk mencegah terjadinya kebocoran," kata Budi, Kamis (23/11).

Komisi C Minta Pendapatan Retribusi Disparbud DKI Capai 100 Persen

Dijelaskannya, untuk layanan uji Kir kendaraan sudah menggunakan sistem komputerisasi. Sehingga, untuk satu kendaraan hanya memerlukan waktu tujuh hingga 10 menit.

Ia menambahkan, saat ini Dinas Perhubungan mengelola 14 lajur pengujian kendaraan bermotor yakni, tiga lajur di Pulo Gadung, empat lajur di Ujung Menteng, tiga lajur di Cilincing dan empat lajur di Gedong Angke.

"Kami optimistis target pendapatan retribusi tahun ini dapat tercapai," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pelajar SD di Kepulauan Seribu Ikuti Lomba Regu Prestasi Penggalang

    access_time28-08-2026 remove_red_eye2018 personAnita Karyati
  2. Warga Kebayoran Lama Selatan Diberi Layanan CKG

    access_time01-09-2026 remove_red_eye1039 personTiyo Surya Sakti
  3. Peresmian LRT Rute Kelapa Gading-Manggarai Dijadwal Ulang

    access_time26-08-2026 remove_red_eye988 personDessy Suciati
  4. Komisi B Ingin Transportasi Kepulauan Seribu Lebih Nyaman dan Terjangkau

    access_time30-08-2026 remove_red_eye949 personFakhrizal Fakhri
  5. Tawarkan 37 Proyek Strategis, Pramono Ajak Investor Bangun Jakarta

    access_time28-08-2026 remove_red_eye884 personDessy Suciati