You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Ricuh, Penertiban Pedagang Hewan Kurban Jalan KH Mas Mansyur Batal
photo Doc - Beritajakarta.id

Penertiban Pedagang Hewan Kurban di Tanah Abang Ditunda

Untuk menghindari kericuhan lanjutan antara pedagang hewan kurban dengan petugas Satpol PP dan kepolisian, akhirnya penertiban pedagang hewan kurban di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, ditunda. 2 orang petugas Satpol PP terluka dalam kericuhan tersebut.  

Kalau seperti inti tidak bisa dilanjutkan, kita akan koordinasikan terlebih dahulu dengan pimpinan

"Kalau seperti inti tidak bisa dilanjutkan, kita akan koordinasikan terlebih dahulu dengan pimpinan," ujar Camat Tanah Abang, Hidayatullah, Selasa (30/9).

Menurut Hidayatullah, jumlah personel Satpol PP dan kepolisian hanya berjumlah 100 orang tidak sebanding dengan jumlah warga yang mencapai ratusan orang. Pihaknya akan mencoba melakukan pendekatan persuasif ke pedagang.

Penertiban Pedagang Hewan Kurban Ricuh

"Sebenarnya hari ini kita mau coba komunikasi persuasif dengan pedagang, entah darimana tiba-tiba warga terprovokasi kemudian menyerang kita," katanya.

Sebelumnya, Satpol PP dipimpin Camat Tanah Abang melakukan penertiban pedagang hewan kurban di kawasan Jl KH Mas Mansyur. Hal itu sesuai instruksi Gubernur Provinsi DKI Jakarta No 67 Tahun 2014 tentang larangan menjual hewan di atas trotoar dan Perda No 8 Tahun 2007 tentang ketertiban umum.

Kedatangan personel yang direncanakan akan dimulai pukul 08.00 sempat molor menjadi pukul 10.30 pagi. Sekitar 80 personel Satpol PP bersama 14 polisi dan dua TNI memulai penertiban dari sekitar Kantor Kecamatan Tanah Abang, hingga menuju Pasar Tanah Abang. Namun belum sampai 500 meter menyisir Jalan Mas Mansyur, petugas sudah dihadang puluhan pedagang.

Bahkan, pedagang sempat memblokade jalan dan melempar batu dan botol kaca kepada petugas. Sontak petugas pun mundur kembali ke arah kantor kecamatan.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Jakarta Pusat, Yadi Rusmayadi mengaku, akan tetap melakukan penertiban. Namun jika sudah mendapat instruksi dari pihak kecamatan.

"Kalau soal bentrok itu kan sesuatu hal yang biasa, akan tetap kita tertibkan, tentunya sesuai arahan pak camat," ungkapnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Ajak Warga Nikmati Mobilitas Hemat Program Tarif Rp1

    access_time24-06-2026 remove_red_eye2417 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. Rayakan HUT Ke-499 Jakarta, Setu Babakan Gelar Gebyar Seni Budaya

    access_time20-06-2026 remove_red_eye920 personNurito
  3. 2.671 Substrat Karang di Kepulauan Seribu Pulihkan Ekosistem Pesisir

    access_time23-06-2026 remove_red_eye807 personAldi Geri Lumban Tobing
  4. MRT Terapkan Tarif Rp1 pada 22, 27, dan 28 Juni 2026

    access_time21-06-2026 remove_red_eye797 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. Malam Puncak Perayaan HUT ke-499 Jakarta Sediakan 21 Kantong Parkir

    access_time25-06-2026 remove_red_eye757 personAldi Geri Lumban Tobing