You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
 Terkena Alat Berat Proyek Desari, Pipa PAM di Cilandak Bocor
photo Erna Martiyanti - Beritajakarta.id

Pipa PAM Bocor di Cilandak Diperbaiki

Jaringan pipa milik PD PAM Jaya di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan mengalami kebocoran akibat terkena alat berat proyek Tol Depok-Antasari (Desari).

Petugas sudah langsung respons di lapangan. Sekarang lagi proses perbaikan

Semburan air yang keluar dari jaringan pipa terlihat cukup deras di lokasi pembangunan.

Direktur Utama PD PAM Jaya, Erlan Hidayat membenarkan adanya kebocoran pipa di Cilandak. Saat ini pihaknya pun telah mengerahkan petugas untuk melakukan perbaikan di lokasi kejadian.

DKI Segera Bangun Water Treatment Plant di KBB

"Petugas sudah langsung respons di lapangan. Sekarang lagi proses perbaikan. Kami harapkan tidak akan lama," ujarnya, Rabu (24/1).

Erlan memastikan, kejadian ini tidak akan menganggu pelayanan air bersih kepada masyarakat. Pipa yang bocor merupakan aliran dari Instalasi Pengelolaan Air (IPA) Cilandak.

"Kalau segera ditangani tidak akan ganggu pelayanan. Walaupun ada gangguan tidak lama biasanya," ucapnya.

Menurutnya, saat ini sudah tidak ada semburan air. Diharapkan perbaikan bisa rampung hari ini juga. Sehingga air yang terbuang tidak terlalu banyak.

"Saya akan monitor terus lewat tim lapangan. Biasanya mereka sangat responsif, cepat reaksinya," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Jalan Sebidang Pasar Minggu Ditarget Rampung Awal 2027

    access_time16-07-2026 remove_red_eye2041 personFakhrizal Fakhri
  2. Mitigasi Cegah Kendaraan Angkutan Barang Tabrak JPO Diperkuat

    access_time17-07-2026 remove_red_eye1012 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Pemprov DKI Segera Tangani Kenaikan Harga Sayuran

    access_time17-07-2026 remove_red_eye908 personFakhrizal Fakhri
  4. Reza dan Nadya Dinobatkan Sebagai Abnon Kepulauan Seribu

    access_time19-07-2026 remove_red_eye903 personAnita Karyati
  5. Pemprov DKI Segera Renovasi Jakarta Islamic Centre

    access_time16-07-2026 remove_red_eye787 personFakhrizal Fakhri