You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Pemkot Jakbar Gencar Tangani Kasus DBD
photo Doc - Beritajakarta.id

Pemkot Jakbar Gencar Tangani Kasus DBD

Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, hingga saat ini terus gencar melakukan penanganan kasus demam berdarah dengue (DBD) yang terjadi di wilayahnya. 

Kelurahan Wijaya Kusuma berada di posisi pertama dengan temuan sebanyak 20 kasus DBD

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Weningtyas Purnomo Rini mengatakan, selama Januari hingga akhir Februari 2018, pihaknya menemukan 74 kasus DBD di 20 kelurahan.  

Lurah Diminta Aktif Pantau Kasus DBD

"Kelurahan Wijaya Kusuma berada di posisi pertama dengan temuan sebanyak 20 kasus DBD," kata Weningtyas, Senin (26/2).  

Diungkapkan Weningtyas, pihaknya menurunkan tim medis gabungan untuk melakukan penanganan di kelurahan yang warganya dirawat karena terjangkit DBD. 

"Tim medis puskesmas kelurahan dan kecamatan turun untuk melakukan gerebek atau pemberantasan sarang nyamuk di pemukiman warga yang ditemukan kasus DBD," ujarnya. 

Ia mengungkapkan, pihaknya juga mengantisipasi meningkatkan kasus DBD yang akan terjadi sekitar April hingga Mei nanti. 

"Kasus DBD meningkat sekitar dua bulan setelah puncak musim hujan berakhir. Ini siklus tahunan yang penanganannya dilakukan secara terpadu bersama warga sehingga penanganan kasus dapat ditekan," tandasnya.  

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pelajar SD di Kepulauan Seribu Ikuti Lomba Regu Prestasi Penggalang

    access_time28-08-2026 remove_red_eye1859 personAnita Karyati
  2. Peresmian LRT Rute Kelapa Gading-Manggarai Dijadwal Ulang

    access_time26-08-2026 remove_red_eye830 personDessy Suciati
  3. Tawarkan 37 Proyek Strategis, Pramono Ajak Investor Bangun Jakarta

    access_time28-08-2026 remove_red_eye744 personDessy Suciati
  4. JIF Summit 2026 Perkuat Kolaborasi dan Peluang Investasi Jakarta

    access_time28-08-2026 remove_red_eye710 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. Regulasi Turunan UU DKJ Diharapkan Rampung Sebelum Keppres IKN

    access_time28-08-2026 remove_red_eye688 personFakhrizal Fakhri