You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Jakbar Gencarkan Sosialisasi Ayo Menabung dengan Sampah
photo Folmer - Beritajakarta.id

Jakbar Gencarkan Sosialisasi Ayo Menabung dengan Sampah

Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Barat kembali menggencarkan program Ayo Menabung dengan Sampah kepada warga di wilayahnya.

Siswa diajarkan pengolahan melalui pemilahan sampah anorganik yang memiliki nilai ekonomis

Kali ini pencanangan program tersebut digelar di SDN 01, Meruya Selatan, Kembangan.

Sekretaris Kota Jakarta Barat, Eldi Andi mengatakan, program Ayo Menabung dengan Sampah ini disosialisasikan di sekolah dengan tujuan mengedukasi siswa mengenai pengolahan sampah.

ASN di Kantor Wali Kota Jakbar Diwajibkan Jadi Nasabah Bank Sampah

"Melalui program ini, siswa diajarkan pengolahan melalui pemilahan sampah anorganik yang memiliki nilai ekonomis," ujarnya, Selasa (23/10).

Eldi menuturkan, program ini  merupakan salah satu inovasi dari Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Barat bekerja sama dengan salah satu bank nasional dalam upaya mengurangi pembuangan sampah ke TPST Bantar Gebang. 

"Uang dari hasil penjualan sampah anorganik dimasukkan ke dalam buku simpanan pelajar (simpel) milik siswa," katanya.

Sementara itu, anggota Dewan Komisioner OJK, Tirta Segara menuturkan, program tersebut merupakan inovasi luar biasa yang dapat direplikasi ke seluruh sekolah di Ibukota. "Program ini memiliki dua manfaat yakni mengedukasi siswa untuk rajin menabung dan pelestarian lingkungan," tandasnya. 

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Bakal Tindak Tegas Aksi Pelecehan Agama

    access_time11-08-2026 remove_red_eye11090 personDessy Suciati
  2. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1335 personAnita Karyati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye1260 personFakhrizal Fakhri
  4. Transjakarta Siapkan Pengelolaan Transportasi Kepulauan Seribu Tahun Depan

    access_time12-08-2026 remove_red_eye1260 personFakhrizal Fakhri
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye976 personBudhi Firmansyah Surapati