You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
 Polisi Bubarkan Mahasiswa Tolak Kenaikkan BBM di Cikini
photo Rudi Hermawan - Beritajakarta.id

Bakar Ban, Demonstran Penolak Kenaikan BBM Dibubarkan

Aksi demonstrasi mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang menolak kenaikan bahan bakar minyak (BBM) di Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, akhirnya dibubarkan pihak kepolisian. Pembubaran dilakukan karena mahasiswa mulai memblokir jalan sambil membakar ban hingga menghambat laju lalu lintas.

Ada sekitar 30 petugas yang dikerahkan untuk berjaga-jaga serta mengatur arus lintas, agar pengguna Jalan juga tidak terganggu

Pantauan beritajakarta.com, mahasiswa terlihat memblokir jalan dari arah Jalan Cikini Raya menuju Megaria sambil membakar ban. Akibat pemblokiran itu, lalu lintas di Jalan Cikini Raya sempat dialihkan ke Jalan Surabaya.

"Ada sekitar 30 petugas yang dikerahkan untuk berjaga-jaga serta mengatur arus lintas, agar pengguna jalan juga tidak terganggu," kata Kompol M Nababan, Wakapolsek Menteng, Selasa (18/11) sore.

10.809 Polisi Amankan Demo Buruh dan FPI

 

Sekitar pukul 17.19, sebanyak 30 petugas yang dikerahkan untuk berjaga-jaga akhirnya membubarkan para demonstran yang makin memacetkan arus lalu lintas. Namun, sempat terjadi ketegangan dalam pembubaran tersebut.

"Kami terpaksa bubarkan, karena kemacetan sudah mengular ke mana-mana," tambah salah satu petugas yang sedang berjaga.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5061 personNurito
  2. Hari Pertama JRF 2026, Kualitas Udara Jakarta Lebih Nyaman

    access_time24-10-2026 remove_red_eye1811 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Lahan Tidur di Cijantung Jadi Taman Interaktif Diapresiasi Warga

    access_time23-10-2026 remove_red_eye1757 personNurito
  4. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye1545 personFakhrizal Fakhri
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1527 personAnita Karyati