You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Mayasari Bhakti Naikan Tarif Rp3 Ribu, Dishub Ancam Kandangkan Armada
photo Doc - Beritajakarta.id

Angkutan Pasang Tarif Tinggi, Penumpang Resah

Kenaikan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dan premium menjadi alasan sejumlah awak angkutan umum untuk menaikkan tarif secara sepihak. Kondisi ini memicu keresahan para penumpang, terlebih tarif yang dinaikkan lebih dari Rp 1.000. Padahal, dalam rencana kenaikan tarif yang sedang digodok saja, kenaikan tarif paling tinggi diusulkan sebesar Rp 1.500.

Kita imbau ke operator dan awak bus jangan naikkan tarif. Kalau tidak akan kita tindak tegas

Salah satu angkutan yang mulai menaikkan tarif tersebut adalah Patas AC 34 jurusan Blok M-Poris Plawad. Di dalam bus milik Perusahaan Otobus (PO) Mayasari Bhakti itu, penumpang dimintai tarif hingga Rp 10.000 dari tarif sebelumnya Rp 7.000.

Ironisnya, kenaikan tarif yang mencapai Rp 3.000 tersebut, bukan berdasarkan ketentuan pemerintah. Tarif baru sebesar Rp 10.000 tersebut dipasang di depan kemudi sopir. Kondisi itu tak ayal membuat para penumpang protes dan berujung adu mulut dengan awak bus.

Angkutan Umum Naikkan Tarif Sepihak

"Sopir dan kondektur bus ini benar-benar keterlaluan. Kenaikan BBM dijadiin aji mumpung buat naikkan tarif seenaknya," kata Suci Amalia (27), keluh penumpang Patas AC 34 jurusan Poris Plawad-Blok M, Rabu (19/11).

Terkait hal itu, Direktur Utama Mayasari Bhakti, Arifin‎ Azhari, yang coba dikonfirmasi melalui sambungan telepon tidak bisa dihubungi.

Sementara, ‎Kepala Bidang Pengendalian dan Operasional Dinas Perhubungan (Dishub) DKI, Syafrin Liputo‎ berjanji, akan memerintahkan anggotanya untuk mengecek tarif yang dikenakan awak bus Patas AC 34 tersebut.‎ Bila terbukti benar, armada itu bisa langsung dijatuhkan sanksi pemberhentian operasi atau dikandangkan.

"Kita akan lakukan pengecekan di lapangan. Jika benar awak bus menaikkan tarif sampai tiga ribu, langsung kita kandangkan,"‎ tegasnya.

Syafrin juga mengimbau kepada operator dan awak bus lain agar tidak menaikkan tarif secara sepihak kepada penumpang. Sebab, sampai kini, pihaknya bersama dengan DPD Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI sedang membahas penyesuaian kenaikan tarif angkutan umum di Jakarta.

‎"Kita imbau ke operator dan awak bus jangan naikkan tarif. Kalau tidak akan kita tindak tegas," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye4919 personNurito
  2. Personel Gabungan Kembalikan Fungsi Trotoar dan Saluran di Jalan Sungai Bambu

    access_time21-10-2026 remove_red_eye2987 personAnita Karyati
  3. Hari Pertama JRF 2026, Kualitas Udara Jakarta Lebih Nyaman

    access_time24-10-2026 remove_red_eye1787 personBudhi Firmansyah Surapati
  4. Antisipasi Cuaca Panas, Pemprov DKI Siapkan OMC Jelang JRF dan Konser Kanye West

    access_time21-10-2026 remove_red_eye1776 personDessy Suciati
  5. Lahan Tidur di Cijantung Jadi Taman Interaktif Diapresiasi Warga

    access_time23-10-2026 remove_red_eye1742 personNurito