You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
       Lima Pokdakan di Kepulauan Seribu Mendapatkan Bantuan Bibit Ikan
photo Suparni - Beritajakarta.id

Lima Kelompok Pembudidaya Ikan Dapat 5.000 Bibit Ikan Kerapu

Sebanyak 5.000 bibit ikan kerapu cantang dibagikan ke lima kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) Kepulauan Seribu, Jumat (14/12). 

Ini merupakan strategi untuk menjadikan Kepulauan Seribu sebagai pusat konservasi yang berdampak bagi kelestarian lingkungan dan kesejahteraan warga

Ribuan bibit ikan tersebut dibagikan oleh Balai Benih Ikan Laut (BBIL), Pusat Budidaya dan Konservasi Laut (PBKL) Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta. 

"Kelima Pokdakan masing-masing memdapatkan 1.000 bibit ikan," ujar Sartono, Kepala UPT Pusat Budidaya dan Konservasi Laut Pulau Tidung, Jumat (14/12). 

PBKL Bagikan 5.000 Ekor Benih Ikan Kerapu Kepada Pokdakan Pulau Seribu

Dijelaskan Sartono, Pokdakan yang mendapat bantuan bibit ikan, yaitu Pokdakan Cantik dari Kelurahan Pulau Panggang, Pokdakan Samudra Kerapu dari Kelurahan Pulau Kelapa Dua, dan Pokdakan Taruna Muda dari Kelurahan Pulau Tidung.

Kemudian Pokdakan Pari Indah dari Kelurahan Pulau Pari dan Pokdakan Barakuda Pulau Lancang dari Kelurahan Pulau Pari.

"Ini merupakan strategi untuk menjadikan Kepulauan Seribu sebagai pusat konservasi yang berdampak bagi kelestarian lingkungan dan kesejahteraan warga," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Kebakaran di Sunter Agung Berhasil Dipadamkan

    access_time13-05-2026 remove_red_eye9623 personAnita Karyati
  2. Ketua RT di Gandaria Utara Ini Tak Henti Berinovasi

    access_time16-05-2026 remove_red_eye4458 personTiyo Surya Sakti
  3. 183 Ekor Ikan Napoleon Dilepas di Perairan Pulau Panggang

    access_time12-05-2026 remove_red_eye3657 personAnita Karyati
  4. Gerakan Pilah Sampah Menuju Jakarta Lebih Bersih, Sehat, dan Asri

    access_time15-05-2026 remove_red_eye1923 personFakhrizal Fakhri
  5. Ditarget Beroperasi Agustus 2026, Pramono Pastikan Keamanan Proyek LRT

    access_time13-05-2026 remove_red_eye1655 personDessy Suciati