You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Tren Kasus DBD di Jakut Menurun
photo Doc - Beritajakarta.id

Jumlah Kasus DBD di Jakut Terus Menurun

Jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) di Jakarta Utara, sejak tiga tahun belakangan ini terus menurun. Pada 2016 tercatat telah terjadi 2.821 kasus, pada 2017 ada 513 kasus dan pada 2018 menurun menjadi 269 kasus.

Total ada 112 kasus sepanjang tiga bulan. Masing-masing, Maret 40 kasus, April 31 dan Mei 41 kasus

Wakil Wali Kota Jakarta Utara, Ali Maulana Hakim menjelaskan, kasus DBD pada 2018 banyak terjadi pada bulan Maret hingga Mei.

"Total ada 112 kasus sepanjang tiga bulan. Masing-masing, Maret 40 kasus, April 31 dan Mei 41 kasus," ucapnya, Jumat (4/1).

Pemkot Jakbar Gencar Tangani Kasus DBD

Sedangkan kasus terendah terjadi pada Oktober 12 kasus, November delapan kasus, dan Desember sebanyak tujuh kasus. Sejak tahun 2016, berdasarkan data kasus DBD di Jakarta Utara tidak pernah menyebabkan kematian.

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara, Helmi mengungkapkan, tren penurunan kasus DBD di wilayahnya tidak lepas dari peran pemberantasan sarang nyamuk (PSN) yang rutin dilaksanakan kader jumantik setiap Jumat. Selain itu, tingkat kesadaran masyarakat terhadap bahaya DBD pun semakin meningkat.

Dia menambahkan, pada musim hujan ini pihaknya semakin menggencarkan PSN dan sosialisasi gerakan 3 M di masyarakat. Dengan begitu, tren peningkatan kasus pasca penghujan di medio Maret-Mei nanti bisa diantisipasi.

"Saat dan setelah musim hujan ini perlu diwaspadai penyebaran jentik. Kita akan gencarkan PSN dan gerakan 3 M di masyarakat," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1183 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1157 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye947 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye929 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye846 personBudhi Firmansyah Surapati