You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Dongkrak PAD, DKI PangkasTarif Pajak Reklame Hingga 50 Persen
photo Doc - Beritajakarta.id

Tarif Pajak Reklame Dipangkas 50 Persen

Para pengusaha pengiklan yang mengeluhkan tingginya pajak reklame di ibu kota kini bisa sedikit bernapas lega. Sebab, Pemprov DKI Jakarta menurunkan pajak reklame hingga 50 persen. Hal ini dilakukan untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) DKI dari sektor pajak dan sekaligus untuk mengembalikan gairah ‎pengusaha pengiklan.

Betul, tarif pajak reklame dipangkas menjadi 50 persen. Itu berlaku sejak 11 November tahun ini hingga 11 November tahun depan

Kepala ‎Dinas Pelayanan Pajak DKI Jakarta, Iwan Setiawandi, mengatakan, pemotongan kenaikan tarif pajak reklame dari 500 persen menjadi 50 persen ini mulai berlaku sejak 11 November 2014 hingga 11 November 2015 tahun depan. 

"Betul, tarif pajak reklame dipangkas menjadi 50 persen. Itu berlaku sejak 11 November tahun ini hingga 11 November tahun depan," kata Iwan, Jumat (‎28/11).

DKI Optimalkan Penerimaan Pajak

Pasalnya, kata Iwan, kenaikan tarif pajak reklame sebesar 500 persen pada April 2014 lalu, menyebabkan  penerimaan pajak reklame menurun karena kenaikan tarif tersebut menuai keberatan dari para wajib pajak, khususnya dari kalangan pengusaha pengiklan.

"Mereka tidak siap dengan banyak alasan dan dampak dari keberatan itu memang membuat penerimaan pajak kita menurun, karena mereka tidak memasang reklame lagi," terangnya.

Dia berharap dengan adanya kebijakan ini, para pengusaha pengiklan akan bersedia kembali memasang reklame di ibu kota. Sehingga pendapatan pajak pada sektor ini nantinya dapat mendongkrak PAD serta menyelesaikan persoalan defisit anggaran di DKI.

‎"Dengan kita memangkas tarif pajak 50 persen ini diharapkan pengusaha pengiklan mau memasang reklame lagi," harapnya.

‎Ia mengungkapkan, hingga November ini realisasi penerimaan pajak reklame baru mencapai 31 persen atau Rp 740 miliar dari target tahun 2014 sebesar Rp 2,4 triliun. "Memang target tahun ini kemungkinan tidak tercapai. Tapi masih ada satu bulan ke depan, kita berusaha agar mencapai Rp 1 triliun. Apalagi dengan adanya kebijakan ini," ungkapnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Transjakarta Tegaskan Larangan Mengamen di Mikrotrans dan Halte

    access_time02-10-2026 remove_red_eye3255 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. 4.100 Benih Ikan Didistribusikan di Lima Pulau Permukiman

    access_time02-10-2026 remove_red_eye2879 personAnita Karyati
  3. Syafrin Minta Pengurus RT/RW Terus Jadi Mitra Strategis Pemerintah

    access_time01-10-2026 remove_red_eye1626 personTiyo Surya Sakti
  4. Jalan Raya Ciracas Dilebarkan

    access_time01-10-2026 remove_red_eye1446 personNurito
  5. Sudin Kesehatan Jakpus Sidak Dua Klinik Kecantikan Diduga Ilegal

    access_time06-10-2026 remove_red_eye1234 personFolmer