You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Camat Kemayoran Beri Pengarahan Kader Jumatik
photo Maulana Khamal Macharani - Beritajakarta.id

Camat Kemayoran Beri Pengarahan Kader Jumantik

Camat Kemayoran, Asep Mulyana memberikan pengarahan kepada 231 kader juru pemantau jentik (Jumantik) di wilayah kerjanya. Pengarahan tersebut bertujuan untuk optimalisasi pencegahan kasus demam berdarah dengue (DBD).

Menjadi ujung tombak PSN

Asep Mulyana mengatakan, pelaksanaan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) perlu terus digencarkan agar tidak ada warga yang terserang DBD.

"Kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) menjadi ujung tombak PSN. Saya minta warga juga terus diedukasi dan disosialisasi mengenai gerakan Mengubur, Menutup, dan Menguras atau 3M," ujarnya, Jumat (15/3) saat memimpin apel kader Jumantik Kecamatan Kemayoran di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Harapan Mulya.

Dinas Kesehatan Minta Warga Terus Waspadai DBD

Asep menambahkan, warga juga harus dimotivasi untuk menjadi kader Jumantik mandiri. Sehingga, upaya menekan kasus DBD bisa membuahkan hasil maksimal.

"Februari 2019 ada 14 kasus DBD di Kemayoran, kita masih perlu bekerja keras," terangnya.

Ia meminta, para kepala puskesmas dan layanan kesehatan di Kecamatan Kemayoran agar menggencarkan sosialisasi penerapan metode ovitrap atau alat yang digunakan untuk membunuh nyamuk sebelum pupa nyamuk berubah menjadi nyamuk.

"Lebih aman karena tanpa menggunakan bahan kimia," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Bakal Tindak Tegas Aksi Pelecehan Agama

    access_time11-08-2026 remove_red_eye11921 personDessy Suciati
  2. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1360 personAnita Karyati
  3. Transjakarta Siapkan Pengelolaan Transportasi Kepulauan Seribu Tahun Depan

    access_time12-08-2026 remove_red_eye1326 personFakhrizal Fakhri
  4. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye1296 personFakhrizal Fakhri
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye1005 personBudhi Firmansyah Surapati