You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
 Nabung Sampah di Kelapa Gading Timur Bisa Dapat Emas
.
photo Budhi Firmansyah Surapati - Beritajakarta.id

Asyik, Menabung di Bank Sampah Wijaya Kusuma Bisa Dapat Emas

Nabung sampah bisa dapat emas? Pertanyaan ini mungkin muncul di benak Anda, karena merasa kurang yakin. Tapi memang begitu lah realitanya yang terjadi di Bank Sampah Wijaya Kusuma RW 03, Kelurahan Kelapa Gading Timur, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Awalnya kita konversikan tabungan nasabah menjadi vouce r listrik atau telepon seluler. Sekarang kita kerja sama dengan Pegadaian buat tabungan emas,

Menggandeng PT Pegadaian Persero, Bank Sampah Wijaya Kusuma menggelar program tabungan emas dengan cara menabung sampah.

Warga Rusun Marunda Manfaatkan Sampah Plastik Jadi Sofa Set

Budi Winarko, salah seorang pendiri Bank Sampah Wijaya Kusuma mengatakan, melalui kerja sama ini hasil tabungan sampah warga dikonversi menjadi uang yang kemudian dimasukkan dalam program tabungan investasi emas di pegadaian.     

"Kalau yang benar-benar aktif itu ada 60 orang. Rata-rata kalau dikonversi nominal tabungannya sekitar Rp 60 ribu per bulan. Awalnya kita konversikan tabungan nasabah menjadi voucer listrik atau telepon seluler. Sekarang kita kerja sama dengan Pegadaian buat tabungan emas," ujarnya, Kamis (4/4).

Dijelaskan Budi, selama ini sampah dari warga mereka jual ke bank Sampah Suku Dinas Lingkungan Hidup. Selain itu, mereka juga memproduksi kompos cair dan kompos padat.

Selain investasi berupa tabungan emas, lanjut Budi, kerja sama dengan PT Pegadaian Persero juga meliputi bantuan pengembangan gudang bank sampah. 

"Selain itu, bagi nasabah yang memiliki usaha kecil menengah dan membutuhkan bantuan modal akan difasilitasi melalui program kemitraan PT Pegadaian Persero," katanya.

Wali Kota Jakarta Utara, Syamsudin Lologau, mengapresiasi program yang dijalankan pengelola Bank Sampah Wijaya Kusuma ini. 

Dengan adanya program tabungan investasi emas, Syamsudin berharap, masyarakat tidak lagi menganggap sampah sebagai sesuatu yang buruk dan kotor, namun bisa dimanfaatkan untuk nilai ekonomis.

"Ini salah satu upaya mengurangi sampah dari sumbernya, yakni dari rumah tangga," ucapnya.

Ditambahkan Syamsudin, keberadaan bank sampah di Jakarta Utara selama ini telah mampu mengurangi pengangkutan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat hingga sebanyak 12,27 persen atau 135 ton dari rata-rata 1.000-1.100 per hari.

"Ayo kita kembangkan bank sampah ini agar benar-benar bisa mengurangi volume sampah. Saya juga imbau kurangi penggunaan kantong plastik," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. 2.066.853 Merchant di DKI Sudah Gunakan QRIS

    access_time01-12-2021 remove_red_eye2024 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. Evakuasi Banjir, Gulkarmat Jakbar Siagakan 26 Perahu Karet

    access_time01-12-2021 remove_red_eye1998 personTP Moan Simanjuntak
  3. Kembangkan Ekonomi Kreatif, Pemprov DKI dan Katapel.id Gelar Bimbingan Intensif Komersialisasi Pelaku Kreatif

    access_time01-12-2021 remove_red_eye1993 personAldi Geri Lumban Tobing
  4. KODI DKI Jakarta Gelar Wisuda PKM Angkatan XXVII/2020

    access_time01-12-2021 remove_red_eye1983 personAnita Karyati
  5. Progres Pembangunan Waduk Rawa Malang Capai 70 Persen

    access_time01-12-2021 remove_red_eye1982 personSuparni