You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
BPBD Pastikan Alat Deteksi Cuaca di Kepulauan Seribu Masih Berfungsi
photo Suparni - Beritajakarta.id

BPBD Pastikan Alat Deteksi Cuaca di Kepulauan Seribu Masih Berfungsi

Masih berfungsi dan masih memberikan laporan dengan baik setelah kita cek bersama Pusat Data dan Informasi (Pusdatin)

Alat pendeteksi cuaca dan ketinggian gelombang laut yang dipasang Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta di dua lokasi di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu Selatan sejak 2016 lalu dinyatakan masih berfungsi dengan baik.

Layanan Panggilan Darurat 112 Disosialisasikan di Kepulauan Seribu

Hal itu dikatakan Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Subejo disela-sela pengecekan alat tersebut di lokasi.

"Masih berfungsi dan masih memberikan laporan dengan baik setelah kita cek bersama Pusat Data dan Informasi (Pusdatin)," ujarnya, Senin (17/6).

Menurutnya, perawatan diperlukan justru pada tiang penyangga yang terbuat dari besi sehingga mudah keropos akibat korosi oleh air laut.

"Kita lakukan pemeliharaan setiap tahunnya, agar tidak rusak dan korosi termakan oleh air laut," jelasnya.

Sementara itu, terkait pengawasan, keamanan dan pemeliharaan alat pihaknya telah memerintahkan lurah dan camat untuk melakukan pengawasan agar automatic weather system tetap berfungsi dengan baik.

"Tetap dijaga dan diawasi, karena alat tersebut sangat penting dalam kondisi darurat," tandasnya.  

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ketua RT di Gandaria Utara Ini Tak Henti Berinovasi

    access_time16-05-2026 remove_red_eye5910 personTiyo Surya Sakti
  2. Sterilisasi Kucing di Palmerah Dilakukan Pekan Depan

    access_time15-05-2026 remove_red_eye2388 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Gerakan Pilah Sampah Menuju Jakarta Lebih Bersih, Sehat, dan Asri

    access_time15-05-2026 remove_red_eye2125 personFakhrizal Fakhri
  4. Dinkes Monitoring Kasus Hantavirus, Waspadai Penularan

    access_time18-05-2026 remove_red_eye1722 personDessy Suciati
  5. Sudin LH Jaktim Olah 3,4 Ton Sampah Organik Jadi Pakan Maggot dan Kompos

    access_time18-05-2026 remove_red_eye1650 personNurito