You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Pengosongan Asrama Cililitan-I/BS Berlangsung Ricuh
photo Nurito - Beritajakarta.id

Pengosongan Kompleks TNI AD di Cililitan Ricuh

Upaya Kodam Jaya untuk menertibkan Kompleks TNI AD atau Asrama Cililitan-I/BS (Batalion Siliwangi) di Kelurahan Cililitan, Kramatjati, Jakarta Timur, Kamis (8/1), mendapat perlawanan dari ratusan penghuni.

Kami hanya mengamankan aset negara dan rencananya lahan akan digunakan untuk tower sebagai asrama prajurit yang masih aktif, seperti rumah susun

Ratusan warga yang berdomisili di RT 001-009/10 itu menolak rumahnya dikosongkan paksa. Sejak pukul 06.00 mereka memasang barikade dengan menutup portal di Jalan Jambul Lama, akses menuju asrama. Mereka juga membakar ban di Jalan Dewi Sartika, tepatnya di mulut jalan menuju asrama.

Namun usaha ratusan warga mempertahankan rumahnya gagal, setelah sekitar pukul 08.00 pasukan TNI AD yang dilengkapi pentungan dan tameng merangsek masuk. Tampak kendaraan water canon disiagakan di lokasi untuk membubarkan massa.

63 Rumah di Gambir Dikosongkan Paksa

Warga akhirnya hanya bisa pasrah saat barang-barang milik mereka dikeluarkan paksa. Sedangkan sebagian lainnya tampak histeris. Pasalnya mereka mengaku tidak rela rumah yang telah dibangun dengan biaya besar akan diratakan dengan tanah.

Diah (63), salah seorang warga RT 02/10 Cililitan mengatakan, sejak pukul 06.00 warga memang sudah berkumpul di ujung Jalan Jambul Lama. Ia mengaku sudah menghabiskan uang ratusan juta rupiah untuk membangun rumah di asrama itu. Ia sendiri belum tahu akan tinggal dimana. Kemungkinan akan menumpang di rumah saudaranya di kawasan Cawang.

"Ini kita jadi bingung karena langsung diusir begitu saja. Tidak ada negosiasi, harusnya kan ada," ujar Diah.

Sedangkan Yani (50), warga lainnya mengaku sempat terkena pukulan petugas menggunakan pentungan rotan hingga terjatuh. Padahal ia tidak melawan saat pengosongan akan dilakukan. Kini ia hanya pasrah saat seluruh perabotnya dikeluarkan dan dinaikkan ke truk oleh petugas.

Kepala Penerangan Kodam Jaya, Letkol Inf Heri Prakoso mengatakan, seluruh perabot rumah tangga milik penghuni asrama akan dimasukkan ke dalam 98 truk yang telah disiapkan. Selanjutnya barang-barang itu diantarkan ke tempat tujuan yang diinginkan warga.

Dikatakan Heri, pengosongan Asrama Cililitan-I/BS ini melibatkan 2.700 personel gabungan yang terdiri atas 2.000 personel TNI dan 700 personel dari Satpol PP, Polri, Dinas Perhubungan serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana.

"Kami hanya mengamankan aset negara dan rencananya lahan akan digunakan untuk tower sebagai asrama prajurit yang masih aktif, seperti rumah susun. Karena saat ini kita butuh membuat asrama untuk prajurit," ujar Heri.

Heri menjelaskan, areal yang dikosongkan luasnya sekitar 4 hektare dan saat ini terdapat sekitar 334 unit rumah. Seluru bangunan akan dibongkar hingga rata dengan tanah. Selanjutnya di atas lahan ini akan dibangun sebanyak 8 tower asrama prajurit. Setiap tower akan mampu menampung 200 prajurit beserta keluarganya.

"Untuk warga tidak memperoleh ganti rugi maupun uang kerohiman. Karena mereka membangun di tanah negara. Perlu diketahui, lahan itu juga belakangan sudah banyak meresahkan warga karena dijadikan tempat transaksi narkoba, miras, judi dan sebagainya," jelas Heri.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. 70 Warga Kayu Manis Diedukasi Pilah Sampah

    access_time25-04-2026 remove_red_eye1829 personNurito
  2. Pemprov DKI Kucurkan Rp253,6 M Gratiskan 103 Sekolah Swasta

    access_time26-04-2026 remove_red_eye1390 personDessy Suciati
  3. Rano Ajak Perkupi Jadi Mitra Strategis Pemprov Jaga Jakarta

    access_time25-04-2026 remove_red_eye1070 personBudhi Firmansyah Surapati
  4. Hujan Ringan Berpotensi Basahi Jaksel dan Jaktim

    access_time26-04-2026 remove_red_eye1055 personDessy Suciati
  5. Generasi muda Diajak Produktif Lewat Jakarta Menulis 2026

    access_time26-04-2026 remove_red_eye973 personAnita Karyati