You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
 Penanganan Antisipasi Banjir di Jakpus Dikebut
photo Doc - Beritajakarta.id

Penanganan Wilayah Rawan Banjir di Jakpus Sudah 90 Persen

Program penanganan banjir pada beberapa rawan di Jakarta Pusat, saat ini progresnya sudah mencapai 90 persen.

Kami optimis selesai bulan ini.

Plh Wali Kota Jakarta Pusat, Irwandi mengatakan, antisipasi banjir dilakukan dengan pengerukan lumpur dan pengurasan saluran, serta pembuatan kolam olakan dan sumur resistensi.

"Kegiatan penanganan antisipasi banjir di sejumlah lokasi rawan telah rampung dikerjakan. Progres seluruhnya sudah 90 Persen, " ujar Irwandi, Selasa (1/12). 

80 Karung Lumpur Diangkut dari dua Saluran di Koja

Ia memaparkan, pada lokasi rawan banjir di wilayah Kecamatan Johar Baru pihaknya  telah merampungkan pengerukan endapan lumpur dan sampah dari saluran mulai dari hulu hingga hilir. 

Selain itu, lanjut Irwandi, Pemkot Jakpus juga telah menyelesaikan pembuatan kolam olakan dan sumur resistensi pada sejumlah lokasi rawan banjir di Kecamatan Cempaka Putih, Tanah Abang dan Gambir.

Irwandi optimis, kegiatan penanganan antisipasi banjir di Jakarta Pusat rampung pada  Desember ini.

"Kami optimis selesai bulan ini. Mudah mudahan apa yang sudah dikerjakan selama ini terlihat hasilnya," tukasnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga  akan mengaktifkan kembali keterlibatan warga untuk berperan serta dalam rangka  penanganan antisipasi banjir. 

"Peran serta warga kembali diakrifkan untuk menggelar kerja bakti bersama," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Bakal Tindak Tegas Aksi Pelecehan Agama

    access_time11-08-2026 remove_red_eye8209 personDessy Suciati
  2. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1292 personAnita Karyati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye1194 personFakhrizal Fakhri
  4. Transjakarta Siapkan Pengelolaan Transportasi Kepulauan Seribu Tahun Depan

    access_time12-08-2026 remove_red_eye1108 personFakhrizal Fakhri
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye939 personBudhi Firmansyah Surapati