You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Terjaring Razia di Warnet, 17 Pelajar Histeris
photo Nurito - Beritajakarta.id

Asyik Main Game, 17 Pelajar Terjaring Razia

Sebanyak 17 pelajar terjaring razia saat asyik main game online saat jam sekolah, Kamis (12/3). Belasan pelajar tersebut dijaring dari sejumlah warnet di Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur.

Ada 17 pelajar yang terjaring saat main game online dan masih mengenakan seragam sekolah

Agung (16), salah seorang siswa SMK negeri di bilangan Bambu Apus, langsung menangis histeris saat terjaring razia. Pelajar kelas 1 SMK ini kedapatan tengah bermain game di sebuah warnet di Jalan Raya Cipayung dengan mengenakan seragam putih abu-abu.

Nongkrong di Warnet, 11 Pelajar Diamankan

Namun ketika petugas akan menelepon orangtuanya, Agung langsung histeris dan mengiba. Ia meminta agar petugas tak melaporkannya karena takut dimarahi orangtuanya. "Tolong pak, jangan lapor ke orangtua saya. Nanti saya dimarahi karena ketahuan bolos," ujar Agung.

Petugas yang melakukan razia langsung mendata pelajar yang terjaring. Bahkan pelajar yang terjaring langsung diminta menandatangani surat pernyataan untuk tidak nongkrong lagi di warnet saat jam sekolah.

Camat Cipayung, Iin Mutmainah mengatakan, pihaknya mengerahkan 100 aparat kelurahan dan kecamatan untuk menggelar razia di sejumlah warnet yang tersebar di delapan kelurahan. "Ada 17 pelajar yang terjaring saat main game online dan masih mengenakan seragam sekolah," ujarnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1177 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1153 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye931 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye919 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye840 personBudhi Firmansyah Surapati