You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Tak Hanya Bernilai Ekonomi, Ikan Cupang Dapat Menjadi Terapi Turunkan Setres

Sudin KPKP Jakbar Adakan Webinar Tren Ikan Cupang


Reporter: Wuri Setyaningsih
Editor: Erikyanri Maulana

31 Maret 2021 23:02 WIB | Dibaca 681 X
Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (Sudin KPKP) Jakarta Barat menggelar webinar tren ikan cupang dalam sisi ekonomi dan kesehatan, Rabu (31/3).

Webinar tersebut dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Suharini Eliawati; Kepala Sudin KPKP Jakarta Barat, Iwan Indriyanto; Lurah Jelambar, Agung Triatmojo, serta pelaku pembibitan dan pembenihan ikan, Rahmat Basuki dan psikolog, Hertha Christabelle.

Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Suharini Eliawati mengapresiasi webinar yang diselenggarakan Sudin KPKP tersebut karena sangat bermanfaat bagi masyarakat, terutama bagi yang ingin memulai usaha ikan cupang.

"Ini kegiatan yang sangat positif. Untuk Sudin KPKP Jakarta Barat jangan pernah berhenti di sini saja, bahas terus tema-tema yang menarik. Masa pandemi bukan berarti kita berdiam diri, justru ini membuat kita semakin kreatif semakin ingin menunjukkan kepada masyarakat dengan bersama bisa menjalani lebih baik lagi," ujar Suharini.

Kepala Sudin KPKP Jakarta Barat, Iwan Indriyanto menambahkan, tren ikan cupang dipilih sebagai tema webinar karena semakin hari usaha ikan hias ini semakin diminati. Tak hanya memiliki nilai ekonomis, keindahan dan variasi warna pada ikan cupang juga diyakini dapat meredakan stres bagi orang yang melihatnya.

"Warna warni ikan cupang dipercaya dapat menurunkan stres seseorang sehingga cocok untuk terapi khususnya bagi anak berkebutuhan khusus. Harapannya ke depan tentu bisa menambah minat warga untuk memelihara ikan cupang," katanya.

Pendapat tersebut dibenarkan oleh Psikolog, Hertha Christabelle. Berdasarkan penelitian, memelihara ikan cupang dapat membuat ikatan batin tersendiri antara manusia dengan hewan peliharaannya. Tak hanya itu, di tengah pandemi, ikan cupang juga membuat seseorang menjadi lebih produktif sehingga dapat meningkatkan makna untuk kehidupan.

"Positif sekali, interaksi dengan hewan peliharaan terutama ikan cupang mendorong kita meningkatkan perilaku menolong atau pro sosial. Dengan munculnya komunitas baru maka ada tren pertemanan yang positif yang selau mendukung dan menghibur kita. Ditambah ada nilai ekonomisnya juga," ungkap Hertha.

Bagi anak-anak, ikan cupang sangat aman dijadikan peliharaan sebab tidak ada reaksi alergi yang ditimbulkan. Secara psikologis warna warni pada ikan cupang dapat membangkitkan semangat dan kepercayaan diri sehingga dapat menambah sistem imun tubuh bagi kesehatan.

Sementara itu, pelaku pembibitan dan pembenihan ikan, Rahmat Basuki menuturkan, dari segi ekonomi, bisnis atau usaha ikan cupang hias cukup menjanjikan. Bagi masyarakat yang ingin membudidayakan ikan cupang, Rahmat menyarankan untuk memperhatikan kadar air terlebih dahulu, serta tata letak penempatan akuarium atau wadah. Sebab ikan cupang tergolong rentan stres hingga dapat menyebabkan kematian.

"Ini juga demi kelangsungan kesehatan si ikan. Sebelum ke pembibitan biasanya saya melihat karakter air di daerah. Bagi rumah yang sumber airnya dengan air PAM, air dapat disaring dan diendapkan terlebih dahulu. Jika menggunakan air tanah harus melihat dulu sumber airnya dekat dengan saluran air atau tidak, kalau dekat itu tidak bagus untuk kesehatan ikan," jelasnya.

Setelah menentukan sumber air, sambung Rahmat, tahapan selanjutnya masuk pada proses pembibitan. Menurutnya, ikan cupang suka dengan kondisi sunyi, dan sepi sehingga tempatkanlah ikan cupang jauh dari sumber suara-suara.

"Suara sangat berpengaruh jadi harus dipikirkan juga lokasi penempatannya," tandasnya.