You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Hadapi MEA, 971 Warga Dilatih Olah Hasil Pertanian
photo Ilustrasi - Beritajakarta.id

Hadapi MEA, 971 Warga Dilatih Olah Hasil Pertanian

Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tahun 2015, Suku Dinas Kelautan, Pertanian dan Ketahanan Pangan Jakarta Pusat memberikan pelatihan mengolah hasil pertanian menjadi makanan siap jual kepada 971 warga di Jakarta Pusat.

Pelatihan ini dilakukan sejak Januari hingga Maret dan diberikan secara gratis tidak dipungut biaya apapun

Ke-971 warga tersebut dibagi menjadi beberapa kelompok di delapan kecamatan yang ada di Jakarta Pusat. Kecamatan Johar Baru ada 165 orang yang terbagi dalam 9 kelompok, Cempaka Putih 85 orang tergabung dalam 6 kelompok, Kecamatan Gambir 151 orang menjadi 13 kelompok, Kecamatan Senen 130 dibagi dalam 8 kelompok, Kemayoran 95 orang dibagi menjadi 8 kelompok, Menteng ada 76 orang dibagi 7 kelompok, Sawah Besar ada 125 orang dibagi 8 kelompok, dan Tanah Abang ada 144 orang dibagi 8 kelompok.

"Pelatihan ini dilakukan sejak Januari hingga Maret. Warga tidak dipungut biaya alias gratis," kata Muhammad Mulyadi, Kepala Suku Dinas Kelautan, Pertanian dan Ketahanan Pangan Jakarta Pusat, Selasa (24/3).

Pelaku Usaha Diminta Lebih Inovatif Hadapi MEA

Pelatihan diberikan untuk membekali setiap kelompok mengolah hasil tani seperti jahe yang dibuat bubuk hingga bisa diseduh. Selain itu, ada juga sayur-sayuran, kue semprong dan bir pletok. Menurut Mulyadi setiap Kecamatan memiliki produk unggulan seperti, Johar Baru yang terkenal dengan bir pletok. "Saat ini pembuat bir pletok sudah berkembang. Bahkan, hasil produksinya sudah diekspor ke Malaysia dan Singapura," ujarnya.

Selain memberikan dan pembinaan, kata Mulyadi, pihaknya juga bekerjasama dengan supermarket untuk membantu menjual produk hasil olahan pertanian tersebut. Sehingga ketika MEA diberlakukan, masyarakat Jakarta tidak hanya menjadi penonton, melainkan menjadi pemain.

"Jadi kita tidak membiarkan, melainkan memberikan jalan agar produk yang dihasilkan bisa laku terjual sehingga akan meningkatkan ekonomi masyarakat," ungkapnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Transjakarta Tegaskan Larangan Mengamen di Mikrotrans dan Halte

    access_time02-10-2026 remove_red_eye3244 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. 4.100 Benih Ikan Didistribusikan di Lima Pulau Permukiman

    access_time02-10-2026 remove_red_eye2865 personAnita Karyati
  3. Syafrin Minta Pengurus RT/RW Terus Jadi Mitra Strategis Pemerintah

    access_time01-10-2026 remove_red_eye1613 personTiyo Surya Sakti
  4. Jalan Raya Ciracas Dilebarkan

    access_time01-10-2026 remove_red_eye1435 personNurito
  5. Sudin Kesehatan Jakpus Sidak Dua Klinik Kecantikan Diduga Ilegal

    access_time06-10-2026 remove_red_eye1191 personFolmer