You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Kelas Berkebun Sesi 3 Diikuti 126 Peserta Kader PKK dan Poktan
photo Suparni - Beritajakarta.id

Ketua TP PKK Jakut: Kelas Berkebun Sangat Bermanfaat

Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Jakarta Utara, Yenny Nursanti Ali sangat mengapresiasi pelaksanaan kegiatan Kelas Berkebun, terutama di masa pandemi COVID-19 saat ini.

Kreatif dan inovatif di tengah keterbatasan

Yenny mengatakan, kegiatan yang diinisiasi Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) berkolaborasi dengan TP PKK tersebut memberikan banyak ilmu bagi peserta Kelas Berkebun, baik kader PKK maupun dari kelompok tani (poktan).

"Sangat memberikan manfaat, mereka bisa mendapatkan ilmu bercocok tanam, lebih kreatif dan inovatif di tengah keterbatasan lahan," ujarnya, saat memberikan sambutan pelaksanaan Kelas Berkebun Sesi 3 yang mengangkat tema "Tabulampot dan Tanaman Hias", Kamis (23/9).

70 Peserta dari Kepulauan Seribu Ikuti Kelas Berkebun Sesi 3

Menurutnya, berbekal pengetahuan yang didapat, peserta tidak hanya bisa berkontribusi menghijaukan lingkungan. Tapi, juga bisa mendapatkan penghasilan tambahan untuk keluarga.

"Terima kasih kepada narasumber atau pemateri atas ilmu pengetahuan dan pengalaman yang diberikan. Semoga para peserta dapat menerapkan dan menyebarluaskan ilmu yang didapat kepada warga lainnya," kata Yenny.

Kepala Suku Dinas KPKP Kota Jakarta Utara, Unang Rustanto menambahkan, Kelas Berkebun Sesi 3 ini menghadirkan Penyuluh Pertanian Kecamatan Cilincing Hendriyanto; dan Praktisi Budi Daya Tanaman Hias, Nurul Rusniawaty sebagai narasumber.

"Dalam Kelas Berkebun sesi 3 hari ini diikuti 126 peserta yang terdiri dari kader PKK di enam kecamatan di Jakarta Utara serta poktan binaan Sudin KPKP Jakarta Utara, semoga bermanfaat dan dapat dipraktikkan ilmunya," terangnya.

Praktisi Tanaman Hias, Nurul Rusniawaty menuturkan, tanaman hias, khususnya anggrek sangat diminati berbagai kalangan. Sehingga, sangat terbuka peluang bisnisnya.

"Dalam budi daya tanaman hias ini harus memperhatikan hal dasar mulai dari wadah, media, bibit yang baik, cara tanam, perawatan, pencegahan penyakit dan pemupukan yang sesuai dosis. Jika hal ini diperhatikan mudah-mudahan hasilnya juga baik," ungkapnya.

Sementara itu, Penyuluh Pertanian Kecamatan Cilincing, Hendriyanto mengatakan, penanaman buah dalam pot menjadi solusi bagi peserta jika ingin berkebun tetapi tidak memiliki lahan cukup luas.

"Selain perawatannya lebih mudah, kreasi para pemilik kebun dalam pot ini bisa meningkatkan nilai jual tanaman. Misalnya, buah yang ukurannya lebih besar dari ukuran pada umumnya meski di dalam pot," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ketua RT di Gandaria Utara Ini Tak Henti Berinovasi

    access_time16-05-2026 remove_red_eye5843 personTiyo Surya Sakti
  2. Sterilisasi Kucing di Palmerah Dilakukan Pekan Depan

    access_time15-05-2026 remove_red_eye2359 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Gerakan Pilah Sampah Menuju Jakarta Lebih Bersih, Sehat, dan Asri

    access_time15-05-2026 remove_red_eye2110 personFakhrizal Fakhri
  4. Dinkes Monitoring Kasus Hantavirus, Waspadai Penularan

    access_time18-05-2026 remove_red_eye1701 personDessy Suciati
  5. Sudin LH Jaktim Olah 3,4 Ton Sampah Organik Jadi Pakan Maggot dan Kompos

    access_time18-05-2026 remove_red_eye1602 personNurito