You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
PKL Kota Tua Akan Direlokasi ke 2 Gedung
photo Desri Arfin - Beritajakarta.id

PKL Kota Tua Direlokasi ke Gedung Panca Niaga & Tjetot

Sebanyak 415 pedagang kaki lima (PKL) yang tergabung dalam Koperasi Pedagang Upaya Penataan Kota Tua (Kopetaf) di Taman Sari, Jakarta Barat akan dipindahkan ke Gedung Panca Niaga milik PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) dan Gedung Tjetot.

Ukuran kios di lokasi penampungan disesuaikan dengan yang ada. Paling besar 3x3 meter persegi

Namun pemindahan ratusan PKL ini tidak dapat dilakukan dalam waktu dekat. Pasalnya, dua gedung tersebut akan direvitalisasi terlebih dahulu oleh konsorsium, mengingat kondisinya sudah memprihatinkan.

100 PKL Kota Tua Ditertibkan

 

Kepala Suku Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan (KUMKMP) Jakarta Barat, Slamet Widodo menjelaskan, sambil menunggu revitalisasi rampung, ratusan PKL tersebut sementara ditampung di Jalan Virgin dan Jalan Kali Besar. Mereka diperbolehkan berdagang di dua lokasi ini mulai pukul 16.00 hingga 24.00. Untuk ukuran kios maksimal 3x3 meter persegi.

"Ukuran kios di lokasi penampungan disesuaikan dengan yang ada. Paling besar 3x3 meter persegi,” ujar Slamet, Rabu (22/4).

Slamet mengungkapkan, nantinya di Gedung Panca Niaga dibangun dua kluster. Kluster dua dan empat diperuntukkan pedagang makanan dan kuliner. Sementara untuk Gedung Tjetot akan dibangun kluster satu dan tiga. Dua kluster ini khusus pedagang kerajinan tangan, garmen, aksesori dan lain-lain.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

    access_time17-09-2026 remove_red_eye3239 personBudhi Firmansyah Surapati
  2. Pendataan Awal Pengadaan Tanah MRT Thamrin-Kwitang Dimulai

    access_time19-09-2026 remove_red_eye2077 personFakhrizal Fakhri
  3. Pemprov DKI Ajak Warga Hemat Energi Lewat Aksi 60 Menit Hari Ini

    access_time19-09-2026 remove_red_eye765 personAldi Geri Lumban Tobing
  4. LRT Kelapa Gading-Manggarai Resmi Beroperasi, Tarif Rp8 Mulai Hari Ini

    access_time16-09-2026 remove_red_eye757 personDessy Suciati
  5. Bahas Krisis Iklim hingga Pangan, Pramono Bertolak ke New York

    access_time18-09-2026 remove_red_eye707 personDessy Suciati