You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
atok baroni hidayat
photo Jhon Syah Putra Kaban - Beritajakarta.id

Pangkas Pengangguran, Pelatihan Wirausaha Digalakkan

Suku Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Jakarta Pusat terus menggalakkan pelatihan wirausaha terhadap para pencari kerja usia produktif. Jenis pelatihan yang ditawarkan antara lain, servis komputer, servis telepon seluler dan stir mobil.

Kita terus berikan fasilitas pelatihan seperti servis komputer, telepon seluler dan stir mobil hingga dibuatkan SIM

Kepala Suku Dinas Nakertrans Jakarta Pusat, Atok Baroni Hidayat mengatakan, pemberian beragam pelatihan ini merupakan salah satu upaya pihaknya untuk memangkas jumlah pengangguran usia produktif.

DKI Kucurkan Rp 2,1 - 3 M untuk PHL Kelurahan

"Kita terus berikan fasilitas pelatihan seperti servis komputer, telepon seluler dan stir mobil hingga dibuatkan SIM. Memang kita berfokus untuk pembentukan wirausaha, dengan adanya kemandirian tersebut minimal bisa memberikan kesejahteraan bagi mereka sendiri," kata Atok, Sabtu (23/5).

Atok menjelaskan, setiap kegiatan pelaihan pihaknya mampu menampung 40 peserta. Salah satu pelatih yang paling banyak peminatnya adalah stir mobil. Apalagi setelah mendapatkan SIM A, para peserta pelatihan bisa langsung melamar ke perusahaan-perusahaan yang membutuhkan jasa pengemudi.

"Kita batasi pesertanya hanya 40 orang setiap kegiatan. Mayoritas umurnya di bawah 35 tahun," ujar Atok.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1182 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1156 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye944 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye926 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye844 personBudhi Firmansyah Surapati