You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Pembelian Lahan RS Kanker sudah Sesuai NJOP
photo Ilustrasi - Beritajakarta.id

Pembelian Lahan RS Kanker sudah Sesuai NJOP

Pembelian lahan milik Rumah Sakit Sumber Waras, Grogol, Jakarta Barat, untuk pembangunan rumah sakit kanker, dinilai Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sudah sesuai Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). Karena itu, Basuki menolak jika tanah seluas 6,9 hektare dengan harga Rp 1,5 triliun itu disebut kemahalan.

Jadi BPK ngotot mau memaksakan NJOP di Sumber Waras harus sama dengan NJOP tanah belakang rumah penduduk

"Yang saya nggak terima adalah kasus Rumah Sakit Sumber Waras. BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) sekarang temuannya, beli tanah kemahalan Rp 191 miliar. Darimana kemahalannya? Dia bandingkan dengan NJOP di belakang (rumah sakit)," kata Basuki, di Balaikota DKI Jakarta, Selasa (7/7).

Menurut Basuki, BPK menemukan NJOP tanah di belakang rumah sakit lebih murah dibandingkan dengan lahan yang dibeli oleh DKI. Sehingga BPK menilai adanya penggelembungan harga NJOP lahan tersebut.

DKI Segera Ambil Alih Lahan untuk RPTRA

"Jadi BPK ngotot mau memaksakan NJOP di Sumber Waras harus sama dengan NJOP tanah belakang rumah penduduk," ucapnya.

Basuki pun belum bisa memutuskan kelanjutan pembangunan rumah sakit tersebut. Karena jika akan dilanjutkan maka, RS Sumber Waras harus mengembalikan kelebihan harga yang dimaksud oleh BPK.

"Sekarang mau nggak Sumber Waras kembalikan Rp 191 miliar? Nggak mau dong. Dia malah lebih cenderung balikin saja nggak, jadi beli deh," ujarnya.

Namun, jika hendak dibeli ulang justru harganya akan lebih mahal dari sebelumnya. Karena pembelian lahan dilakukan pada tahun 2014 lalu.

"Artinya apa Anda ingin buat kami tidak jadi beli tanah itu? Kalau nggak jadi beli tanah itu kita nggak jadi bangun rumah sakit kanker dong," ucapnya.

Sebelumnya, berdasarkan temuan BPK dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) anggaran 2014 terindikasi adanya penggelembungan harga beli lahan senilai Rp 191 miliar. Lahan tersebut dibeli oleh Dinas Kesehatan DKI Jakarta pada tahun lalu untuk membangun rumah sakit kanker setaraf dengan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Transjakarta Apresiasi Pelanggan Cilik Pengguna Setia Mikrotrans di Jaktim

    access_time11-10-2026 remove_red_eye12925 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. Tera Perangkat SPKLU Pastikan Pengukuran Energi Listrik Akurat

    access_time09-10-2026 remove_red_eye11295 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Petugas Berhasil Evakuasi Jenazah di Kali Ciliwung

    access_time08-10-2026 remove_red_eye6758 personNurito
  4. MRT Jakarta Integrasikan Pembayaran Tiket JakLingko Mulai 12 Oktober 2026

    access_time09-10-2026 remove_red_eye3623 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. Sudin Kesehatan Jakpus Sidak Dua Klinik Kecantikan Diduga Ilegal

    access_time06-10-2026 remove_red_eye1703 personFolmer