You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Satpol PP DKI Tutup Panti Pijat Berkedok Prostitusi di Kembangan
photo Folmer - Beritajakarta.id

Satpol PP DKI Tutup Prostitusi Berkedok Panti Pijat di Kembangan

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta menutup atau menyegel tempat usaha panti pijat yang berlokasi Kompleks Ruko Rich Palace Blok D 10, Jalan Lapangan Bola, Kembangan, Jakarta Barat, Rabu (31/5).

Penertiban berlangsung humanis

Tempat usaha tersebut ditutup lantaran melanggar peraturan daerah (Perda) yang berlaku.

Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian Tempat Usaha Satpol PP Provinsi DKI Jakarta, Eko Saptono mengatakan, sanksi penutupan dilakukan lantaran tempat usaha panti pijat itu melakukan praktik prostitusi terselubung.

Tempat Hiburan di Kemang dan Melawai Patuhi Aturan

"Berdasarkan laporan warga, dan dicek petugas di lapangan, panti pijat itu terindikasi melakukan praktik prostitusi terselubung," ujar Eko Saptono, Rabu (31/5).

Ia mengungkapkan, penutupan panti pijat juga menindaklanjuti Surat Rekomendasi Penutupan Usaha dari Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif (Parekraf) DKI Jakarta.

"Penertiban berlangsung humanis didampingi unsur tiga pilar Kecamatan Kembangan," ungkapnya.

Ditambahkan Eko, Satpol PP DKI Jakarta berharap pemilik tempat usaha sejenis lainnya dapat mematuhi ketentuan operasional usaha sesuai perizinan yang dimiliki.

”Kami akan menindak tegas tempat usaha yang melanggar aturan yang berlaku," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pramono Bakal Lantik 891 Pejabat Pemprov DKI Hari Ini

    access_time20-05-2026 remove_red_eye1808 personDessy Suciati
  2. Sudin LH Jaksel Buat 345 Lubang Biopori Jumbo dan 40 Teba Modern

    access_time21-05-2026 remove_red_eye1783 personTiyo Surya Sakti
  3. Pramono Dorong Target Net Zero Emission

    access_time22-05-2026 remove_red_eye1397 personDessy Suciati
  4. SMKN 46 Jakarta Adakan Job dan Edu Fair 2026

    access_time21-05-2026 remove_red_eye1141 personNurito
  5. Komisi A Tekankan Perencanaan APBD Disusun Akurat

    access_time21-05-2026 remove_red_eye1050 personFakhrizal Fakhri