You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
SKLL Disiapkan Tangani Kebakaran di Jakbar
photo Ilustrasi - Beritajakarta.id

Kopling Dicuri Pemulung, 109 Hidran Tak Berfungsi

Maraknya kasus kebakaran di Jakarta Barat, ternyata tidak diimbangi dengan sarana dan prasarana penanggulangan kebakaran yang memadai. Tercatat, dari 153 hidran di wilayah ini, hanya 44 hidran yang masih berfungsi. Sedangkan selebihnya rusak atau suplai airnya kecil.

Bagian yang sering menjadi sasaran pencuri adalah kopling di bagian hidran. Biasanya kalau dijual harganya cukup lumayan

Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Barat, Pardjoko mengungkapkan, hidran atau tempat aliran air untuk pemadam kebakaran banyak yang tidak berfungsi karena alatnya banyak dicuri. Pencurian ini diduga oleh para pemulung.

"Bagian yang sering menjadi sasaran pencuri adalah kopling di bagian hidran. Biasanya kalau dijual harganya cukup lumayan," kata Pardjoko, Rabu (29/7).

90 Persen Hidran di Jakpus Butuh Perbaikan

Dikatakan Pardjoko, kondisi ini bisa berbahaya apabila di sekitar hidran rusak itu terjadi kebakaran. Petugas pemadam kebakaran akan menjadi terlambat menangani api karena harus mencari sumber air lainnya.

Menurut Pardjoko, untuk menanggulanginya, pihaknya menggunakan mobil berukuran kecil yang dinamakan mobil quick response yang berfungsi sebagai penyedot air dari kali atau saluran yang selanjutnya disalurkan ke selang mobil pemadam kebakaran.

“Mobil quick response tersebut terpaksa kami gunakan karena selain hidran banyak yang rusak juga air dari hidran yang disalurkan dari pipa PAM tidak mengalir,” ucap Pardjoko.

Langkah lain untuk mengantisipasi kebakaran, khususnya di hunian padat penduduk, kata Pardjoko, pihaknya saat ini tengah merancang Sistem Ketahanan Kebakaran Lingkungan (SKKL) dengan sistem hidran mandiri.

"Sistem ini akan kita bangun di 32 lokasi," jelas Pardjoko.

Pardjoko menambahkan, pihaknya juga akan membangun kontainer atau tandon air  berkapasitas 45 meter kubik sebagai penampung air di setiap RW, yang didukung oleh sarana lainnya berupa pompa dengan daya dorong minimal 500 GPM(galon/menit).

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

    access_time30-10-2026 remove_red_eye7218 personDessy Suciati
  2. Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

    access_time31-10-2026 remove_red_eye4914 personAnita Karyati
  3. Kepala Bappeda DKI Jakarta Atika Nur Rahmania Tutup Usia

    access_time04-11-2026 remove_red_eye4728 personAldi Geri Lumban Tobing
  4. Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

    access_time02-11-2026 remove_red_eye3612 personBudhi Firmansyah Surapati
  5. Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

    access_time30-10-2026 remove_red_eye2708 personDessy Suciati