You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
 Kader PKK Diminta Terus Kelola Pertanian Kota
photo Jhon Syah Putra Kaban - Beritajakarta.id

Kader PKK Diimbau Kembangkan Pertanian Perkotaan

Kita siap membantu untuk bibit dan penyuluhnya

Kader Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) mulai tingkat RT/RW diimbau terus mengembangkan program pertanian pertanian. Pengembangan pertanian antara lain bertujuan untuk mengantisipasi melambungnya harga kebutuhan pokok sewaktu-waktu.

PKK Jakbar Santuni 420 Kaum Dhuafa

Berbagai macam jenis tanaman yang dapat dikembangkan kader PKK di perkarangan rumah diantaranya tomat, cabai, bawang dan lainnya. 

Walikota Jakarta Pusat, Mangara Pardede mengatakan, selain tidak perlu ditanam di lahan yang luas, berbagai tanaman tersebut juga masa panennya terbilang cukup singkat dan tidak perlu perawatan yang rumit.

“Kita siap membantu untuk bibit dan penyuluhnya. Paling tidak bisa menghemat biaya pengeluaran, apalagi kalau ditanam tidak menggunakan pestisida lebih nikmat rasanya," kata Mangara saat menghadiri halalbihalal dengan anggota PKK dan Dharma Wanita Persatuan di ruang serbaguna kantor Walikota Jakarta Pusat, Jumat (31/7).

Selain itu, Mangara juga memberikan apresiasi kepada seluruh kader PKK dan Dharma Wanita Persatuan yang terus membantu program pemerintah seperti posyandu, keluarga berencana (KB) dan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1183 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1158 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye947 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye931 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye846 personBudhi Firmansyah Surapati