You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Bentrok Ormas, Puluhan Pedagang Pasar Gembrong Merugi
photo Nurito - Beritajakarta.id

Pasar Gembrong Ricuh, Pedagang Merugi

Kericuhan yang terjadi di Pasar Gembrong di Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Cipinang Besar Utara, Jatinegara, Jakarta Timur, Sabtu (8/8), mengakibatkan para pedagang merugi karena tutup lebih awal. Mereka khawatir kios-kiosnya menjadi korban penjarahan massa. 

Daripada jadi sasaran dan seluruh barang dagangan dijarah, mending kita tutup

Toha (47), salah satu pedagang Pasar Gembrong mengaku, langsung menutup kiosnya saat bentrok fisik pecah. Ayah tiga anak ini khawatir kios berukuran 3x4 tempatnya mencari nafkah menjadi sasaran amuk massa ormas yang menyerang warga. 

Pedagang Pasar Gembrong akan Ditertibkan

“Daripada jadi sasaran dan seluruh barang dagangan dijarah, mending kita tutup. Percuma juga kan kalau buka, situasinya tidak kondusif," kata Toha.

Padahal setiap Sabtu-Minggu, kata Toha, Pasar Gembrong selalu dipadati pembeli. Omzet yang diperolehnya setiap akhir pekan bahkan mencapai Rp 10 juta. Namun hari ini ia mengaku baru mengantongi omzet Rp 2 juta.

Kapolsek Metro Jatinegara, Kompol Suwanda mengatakan, saat ini situasi di kawasan Pasar Gembrong sudah kondusif. Tidak ada lagi konsentrasi massa. Namun untuk mencegah terjadinya hal-hal tak diinginkan, puluhan petugas kepolisian masih berjaga-jaga di kawasan tersebut. Mereka ada yang menggunakan seragam lengkap maupun pakaian preman.

“Situasinya sudah kondusif dan tidak ada konsentrasi massa. Namun kami masih tetap berjaga-jaga," ujar Suwanda.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1179 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1154 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye938 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye920 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye842 personBudhi Firmansyah Surapati