You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Lurah Tanjung Priok Dorong Urban Farming Berkelanjutan
photo Anita Karyati - Beritajakarta.id

Panen Perdana di Rooftop Kantor Sekretariat RW 07 Tanjung Priok

Panen perdana urban farming di rooftop Kantor Sekretariat RW 07, Kelurahan Tanjung Priok, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara menghasilkan delapan kilogram selada merah dan sawi hijau.

"Pangan sehat dan berkualitas"

Lurah Tanjung Priok, Febrio Eka Putra, mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat aktif sejak tahap penanaman, perawatan, hingga panen.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi contoh nyata pemanfaatan ruang terbatas di kawasan perkotaan agar tetap hijau dan produktif.

Puluhan Kilogram Buah Dipanen di RPTRA Bunga Rampai

"Urban farming merupakan bukti bahwa dengan kerja sama yang baik, ruang terbatas pun dapat menghasilkan pangan sehat dan berkualitas," ujarnya, Selasa (6/1).

Febrio berharap, kegiatan serupa dapat terus berkelanjutan dan menjadi inspirasi bagi warga lainnya. Panen di rooftop tersebut turut memperkuat komitmen Kelurahan Tanjung Priok dalam mendukung program ketahanan pangan.

Ia mendorong peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan melalui praktik pertanian perkotaan. Kegiatan ini diharapkan mampu memicu semangat warga untuk menciptakan lingkungan yang hijau, sehat, mandiri, dan berdaya.

"Kita tidak hanya memetik hasil tanaman, tetapi juga memanen nilai kebersamaan dan kepedulian terhadap ketahanan pangan serta lingkungan," terangnya.

Sementara itu, Ketua RW 07, Kelurahan Tanjung Priok, Bano Yogaswara menjelaskan, kebun rooftop seluas 8 x 10 meter tersebut merupakan pengembangan terbaru setelah sebelumnya warga berhasil mengelola pertanian perkotaan di area sekitar rel kereta api.

"Tadi kita panen selada dan sawi sekitar delapan kilogram. Hasilnya dibagikan kepada ibu-ibu dan pihak kelurahan. Selama ini, hasil panen memang untuk konsumsi warga sendiri dan tidak diperjualbelikan," bebernya.

Ia menambahkan, kegiatan urban farming di rooftop tersebut baru berjalan selama dua bulan sehingga jenis tanaman yang dibudidayakan masih terbatas.

"Kami menanam cabai, selada merah, sawi hijau, dan lidah buaya. Metode penanaman masih dilakukan secara konvensional menggunakan media tanah dalam polybag," ucapnya.

Bano berencana mengembangkan area rooftop agar lebih optimal untuk pertanian perkotaan berbasis polybag ini agar memberikan manfaat bagi ketahanan pangan warga sekitar.

"Usai panen, lahan langsung kami bersihkan dan sudah ditaburi bibit kangkung yang masa panennya paling cepat," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. 70 Warga Kayu Manis Diedukasi Pilah Sampah

    access_time25-04-2026 remove_red_eye1812 personNurito
  2. Pemprov DKI Kucurkan Rp253,6 M Gratiskan 103 Sekolah Swasta

    access_time26-04-2026 remove_red_eye1385 personDessy Suciati
  3. Rano Ajak Perkupi Jadi Mitra Strategis Pemprov Jaga Jakarta

    access_time25-04-2026 remove_red_eye1054 personBudhi Firmansyah Surapati
  4. Hujan Ringan Berpotensi Basahi Jaksel dan Jaktim

    access_time26-04-2026 remove_red_eye1049 personDessy Suciati
  5. Generasi muda Diajak Produktif Lewat Jakarta Menulis 2026

    access_time26-04-2026 remove_red_eye966 personAnita Karyati