Disparekraf Latih Tenaga Kebersihan Sesuai Standar Industri Pariwisata
Pusat Pelatihan Profesi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta sukses menyelenggarakan Kegiatan Pelatihan dan Sertifikasi Tenaga Kerja Profesi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Skema Public Area Cleaner Tahun 2026.
"daya saing destinasi dan industri pariwisata,"
Program ini dirancang untuk mencetak tenaga kerja profesional yang siap memenuhi standar kompetensi di industri pariwisata.
Kegiatan pelatihan ini berlangsung selama dua hari, yakni pada tanggal 23 hingga 24 Juni 2026, bertempat di Ruang Aula UPT Graha Wisata Ragunan. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan Uji Kompetensi BNSP pada tanggal 25 Juni 2026 yang dilaksanakan di Movenpick Hotel Jakarta City Centre.
Disparekraf Gelar Sertifikasi Food and Beverage Standar ASEANKepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi DKI Jakarta, Andhika Permata, menekankan pentingnya peran tenaga kebersihan dalam mendukung sektor pariwisata ibu kota.
Menurutnya, peningkatan kualitas pelayanan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sangat ditentukan oleh standar kebersihan, kerapihan, dan kenyamanan area publik.
“Profesi Public Area Cleaner memiliki peran yang sangat strategis dalam menjaga citra destinasi, hotel, gedung pertemuan, serta fasilitas umum lainnya di Jakarta agar terus memenuhi standar pelayanan dan kesehatan lingkungan," ujarnya, Jumat (26/6).
Antusiasme masyarakat terhadap program ini terbilang tinggi. Dari total 114 orang pendaftar yang masuk, setelah melalui seleksi administrasi dan pre-test, sebanyak 40 orang peserta ditetapkan untuk mengikuti pelatihan intensif ini.
Kepala Pusat Pelatihan Profesi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta, Endrati Fariani mengatakan, program tahun ini membawa standar mutu pendidikan yang lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Berbeda dari pelatihan sebelumnya, kurikulum pelatihan yang digunakan tahun ini mengacu pada Toolbox ASEAN yang merupakan standar tertinggi dalam pendidikan pariwisata dan perhotelan di Asia Tenggara.
“Untuk memaksimalkan hasil, kegiatan pelatihan dan sertifikasi ini dilaksanakan bekerja sama dengan LPK Bangun Kompeten Indonesia dan LSP Cakra Wisata Indonesia," katanya.
Selama masa pelatihan, para peserta tidak hanya dibekali dengan keterampilan teknis kebersihan, melainkan juga menerima materi komprehensif, antara lain, menerapkan prosedur kesehatan, keselamatan, dan keamanan kerja (K3) di lingkungan kerja.
Kemudian, membersihkan lokasi, area publik, perlengkapan kerja industri, dan menyediakan jasa housekeeping untuk tamu, mempromosikan produk dan jasa, menangani situasi konflik, serta bekerjasama secara efektif dengan kolega dan pelanggan dalam lingkungan sosial yang berbeda.
Selanjutnya, melaksanakan tugas perlindungan anak yang relevan dengan industri pariwisata serta mendapatkan materi penunjang khusus mengenai ‘Jakarta Kota Inklusif Ramah Disabilitas’ yang membekali peserta dengan kemampuan penggunaan Bahasa Isyarat Dasar bagi Public Area Cleaner.
“Melalui program berkelanjutan ini, Disparekraf DKI Jakarta berharap dapat terus mendorong peningkatan daya saing destinasi dan industri pariwisata melalui penyediaan tenaga kerja yang unggul, profesional, bersertifikasi, dan kompeten,” tandasnya.