You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Lalin cakung cilincing nurito
photo Nurito - Beritajakarta.id

Lalin di Jl Raya Bekasi dan Cakung Cilincing Kembali Terurai

Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menyebut arus lalu lintas (Lalin) di kawasan Jalan Raya Bekasi hingga Jalan Raya Cakung-Cilincing, Jakarta Timur, mulai kembali lancar setelah dilakukan rekayasa lalu lintas dengan menutup sejumlah putaran balik (U-turn).

"Alhamdulillah semua bisa teratasi,"

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaludin mengatakan, kondisi lalu lintas di kedua arah sudah berangsur normal. Hal itu disampaikan usai meninjau langsung lokasi pada Rabu (22/7) malam.

"Alhamdulillah semua bisa teratasi. Sebelah kiri maupun kanan kondisinya sudah sangat lancar setelah dilakukan rekayasa lalu lintas dengan penutupan U-turn di Cakung, Babek, dan JGC," ujarnya, Kamis (23/7).

Kadishub DKI Beri Penghargaan Empat Personel Gagalkan Aksi Penjambretan

Ia menyampaikan, rekayasa lalu lintas mulai diterapkan sekitar pukul 19.00 WIB. Arus kendaraan mulai kembali bergerak dan kepadatan berangsur terurai sekitar pukul 19.30 WIB.

Budi menjelaskan, Dinas Perhubungan DKI Jakarta akan melanjutkan rekayasa lalu lintas pada hari ini mulai pukul 15.00 WIB, untuk memastikan kondisi tetap terkendali.

Penutupan U-turn kembali dilakukan di kawasan Cakung, Babek, dan Jakarta Garden City (JGC) oleh personel Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur dan Jakarta Utara.

“Sekitar 75 personel dikerahkan dalam penanganan tersebut, terdiri dari 30 personel Sudin Perhubungan Jakarta Timur, 30 personel Sudin Perhubungan Jakarta Utara, serta sekitar 15 personel dari tingkat provinsi yang disebar di sejumlah titik,” ungkapnya.

Ia mengatakan, selain melakukan pengaturan lalu lintas, petugas juga mengarahkan pengemudi truk menuju Terminal Tanah Merdeka untuk menunggu apabila terjadi antrean menuju depo peti kemas.

Menurutnya, kemacetan dipicu oleh penumpukan peti kemas di pelabuhan akibat tingginya volume impor yang tidak diimbangi aktivitas ekspor. Kondisi tersebut menyebabkan peti kemas menumpuk di pelabuhan maupun depo sehingga memicu antrean panjang truk.

"Kami berharap kapasitas depo Pelindo dapat ditingkatkan dari 65 persen menjadi 75 hingga 80 persen agar tidak terjadi lagi penumpukan peti kemas di depo," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Jalan Sebidang Pasar Minggu Ditarget Rampung Awal 2027

    access_time16-07-2026 remove_red_eye2180 personFakhrizal Fakhri
  2. Mitigasi Cegah Kendaraan Angkutan Barang Tabrak JPO Diperkuat

    access_time17-07-2026 remove_red_eye1149 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Lahan Tidur di Malaka Jaya Dijadikan Urban Farming

    access_time20-07-2026 remove_red_eye1068 personNurito
  4. Reza dan Nadya Dinobatkan Sebagai Abnon Kepulauan Seribu

    access_time19-07-2026 remove_red_eye1065 personAnita Karyati
  5. Pemprov DKI Segera Tangani Kenaikan Harga Sayuran

    access_time17-07-2026 remove_red_eye1028 personFakhrizal Fakhri