You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Basuki Coret Anggaran Tumpang Tindih di Komisi Aids
photo Reza Hapiz - Beritajakarta.id

Basuki Coret Anggaran Tumpang Tindih di Komisi AIDS

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama akan mencoret usulan anggaran kegiatan dari Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi (KPAP) DKI Jakarta, yang mencapai Rp 20 miliar. Pasalnya, secara program dan fungsi, peran KPAP dinilai tumpang tindih dengan Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

Komisi-komisi itu dibentuk pasca reformasi untuk menutupi kelemahan lembaga formal yang ada

Secara programatik, Basuki mencontohkan, program yang dimiliki oleh KPAP diantaranya, sosialisasi, pencegahan, penanggulangan, pengawasan dan penanganan Aids di DKI Jakarta. Namun saat ini peran tersebut sudah dilaksanakan Dinas Kesehatan DKI ke tingkat puskesmas. Oleh karenanya, selain tumpang tindih, penganggaran yang diusulkan membengkak yang membuat terjadinya pemborosan anggaran.

Basuki Sisir KUA-PPAS 2016, Bisa Hemat Rp 1 Triliun

"Komisi-komisi itu dibentuk pasca reformasi untuk menutupi kelemahan lembaga formal yang ada. Berbeda, sekarang hingga puskesmas tingkat kelurahan kita sudah demikian aktif," kata Basuki di Balai Kota, Minggu (22/11).

Apalagi, menurut Basuki, selama ini banyak diantara program KPAP yang lebih mengarah ke seremonial. Tentunya, besaran anggaran yang diusulkan menjadi tidak efisien seiring dengan efektifitas yang sudah dijalankan Dinas Kesehatan.

"Sudahlah VCT (Voluntery counseling and testing) di puskesmas saja. Anggarannya akan kita coret saja, tapi kalau dia minta ada undangan ke luar negeri kita kirim saja," ujar Basuki.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1196 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1184 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye973 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye950 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye860 personBudhi Firmansyah Surapati