You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
 Basuki Tegaskan KJP Tak Bisa Diambil Tunai
photo Yopie Oscar - Beritajakarta.id

Basuki Tegaskan KJP Tak Bisa Diambil Tunai

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, kembali memastikan Kartu Jakarta Pintar (KJP) tidak bisa lagi digunakan sembarangan. Sebab sistemnya telah dibuat agar bisa digunakan tepat sasaran.

Saya sudah curiga toko itu nggak ada potong 10 persen belanja

Usai mengikuti Rapat Badan Anggaran (Banggar) di DPRD DKI Jakarta, Basuki mendadak dihadang oleh dua warga yang ingin melaporkan terkait penggunaan KJP. Keduanya mengaku KJP-nya dipotong hingga 10 persen oleh toko.

Namun setelah ditanya lebih lanjut, keduanya mengaku, ingin mengambil uang tunai sebelum membelanjakan. "Saya sudah curiga toko itu nggak ada potong 10 persen belanja. Saya tanya, ketahuan. Jadi dia juga maling, minta sama toko itu saya boleh enggak enggak beli barang tapi saya minta uang kontannya gitu," kata Basuki, Kamis (10/12).

DKI akan Berikan KJP untuk Sekolah Islam

KJP hanya bisa digunakan untuk kebutuhan sekolah saja. Selain itu tidak bisa dicairkan dalam bentuk uang tunai. "Kalau dia minta uang kontan, orang toko juga minta 10 persen karena dia tahu dia maling," tegas Basuki.

Basuki mengaku akan menindak tegas warga dan pemilik toko yang berbuat nakal. Karena di Indonesia, sistem ATM tidak bisa dikunci.

"Sistem di Indonesia ATM nggak bisa dikunci. Karena ada toko yang nakal, kamu enggak usah beli barang mau tukar duit," ucap Basuki.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. 103 Sekolah Swasta di Jakarta Gratis, Ini Daftarnya

    access_time24-04-2026 remove_red_eye29344 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. Korsleting Diduga Picu Kebakaran Rumah di Lebak Bulus

    access_time24-04-2026 remove_red_eye1658 personTiyo Surya Sakti
  3. 70 Warga Kayu Manis Diedukasi Pilah Sampah

    access_time25-04-2026 remove_red_eye1333 personNurito
  4. Satpol PP DKI Usulkan Penambahan Personel

    access_time24-04-2026 remove_red_eye1250 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. 150 Pelaku Usaha Industri Pariwisata di Jakpus Ikut Bimtek Pengelolaan Limbah

    access_time23-04-2026 remove_red_eye1226 personFolmer