You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Kopaja ngetem sembarangan
photo Doc - Beritajakarta.id

DKI Bakal Terapkan Pembayaran Angkutan Per Kilometer

Upaya meningkatkan pelayanan dan kenyamanan transportasi di ibu kota terus dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Saat ini sedang dirumuskan rencana pembayaran tarif per kilometer bagi operator bus sedang seperti Kopaja dan Metromini. Hal itu bertujuan untuk menghilangkan aktivitas ngetem angkutan umum tersebut.

Dengan cara ini, PT Transjakarta dapat mengajak pengusaha angkutan bekerja sama. Konsepnya menjadi lebih mudah kalau dihitung per kilometer

Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, optimis budaya ngetem para sopir angkutan umum di ibu kota dapat dihapuskan dengan penerapan sistem pembayaran tarif per kilometer.

“Pembayaran akan diambil dari APBD yang dibayarkan kepada manajemen PT Transjakarta dan selanjutnya disalurkan kepada operator bus sedang. Kita akan terapkan sistem ini pada 2016 mendatang,” ujar Basuki di Balaikota, Senin (2/6).

PT Transjakarta Akan Kelola Angkutan Umum di Ibu Kota

Dikatakan Basuki, PT Transjakarta selaku Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) memang dipersiapkan sebagai wadah bagi semua operator angkutan umum di ibu kota sehingga nantinya pelayanan bus menjadi lebih maksimal.

"PT Transjakarta saat ini sedang menyiapkan standar pelayanan minimum 7-20 menit di halte. Kalau malam tiap setengah jam," ucapnya.

Menurut Basuki, pengelolaan satu atap angkutan umum di ibu kota melalui PT Transjakarta bertujuan mengurangi tingkat kemacetan akibat ulah para sopir angkutan umum yang ngetem di sembarang tempat .

Untuk itu, Pemprov DKI akan mengalokasikan dana public service obligation (PSO) bagi PT Transjakarta yang dihitung berdasarkan biaya operasi minimum waktu di antara dua bus Transjakarta yang tiba di halte (headway).

Dengan cara ini, PT Transjakarta dapat mengajak pengusaha angkutan bekerja sama. Konsepnya menjadi lebih mudah kalau dihitung per kilometer," ungkapnya,

Sekadar diketahui, sistem angkutan umum di ibu kota saat ini masih sembrawut. Hal ini disebabkan masih banyaknya sopir angkot yang ngetem di sembarang tempat sehingga kerap menimbulkan kemacetan.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Kebayoran Lama Selatan Miliki 56 Tempat Pengelolaan Sampah Organik

    access_time11-07-2026 remove_red_eye7672 personTiyo Surya Sakti
  2. Pengemudi Truk Sampah Salahgunakan BBM Operasional di Cilincing Disanksi

    access_time14-07-2026 remove_red_eye5543 personAnita Karyati
  3. Kelurahan Berprestasi Jadi Penggerak Jakarta Menuju 20 Besar Kota Global

    access_time13-07-2026 remove_red_eye1618 personFakhrizal Fakhri
  4. SDN Srengseng Sawah 15 Tetap Gelar Sekolah Tatap Muka

    access_time13-07-2026 remove_red_eye1439 personDessy Suciati
  5. DPRD DKI Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi Daerah

    access_time14-07-2026 remove_red_eye1320 personFakhrizal Fakhri