You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Pasokan Cabe di Pasar Induk Kramat Jati Anjlok
photo Nurito - Beritajakarta.id

Pasokan Cabai di Pasar Induk Kramat Jati Menurun

Tingginya harga cabai rawit di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, ternyata juga dipicu oleh anjloknya pasokan dari sejumlah daerah. Pasokan turun karena para petani baru bercocok tanam.

Di bulan Maret ini malah jauh lebih merosot pasokannya. Minggu lalu rata-rata per hari hanya 88 ton dan minggu ini semakin turun, rata-rata 76 ton per hari

Manajer Pasar Induk Kramat Jati, Nurman Adhi mengatakan, pasokan cabe saat ini menurun 50 persen. Pemicunya karena rata-rata daerah pemasok di Jawa Timur dan Jawa Tengah, juga minim barangnya.

Berdasarkan catatan dirinya, pada minggu pertama bulan Februari, pasokan rata-rata mencapai 115 ton per hari. Kemudian minggu kedua menurun menjadi 111 ton. Minggu ketiga menurun lagi menjadi 101 ton dan minggu ke empat tinggal 98 ton per hari.

Harga Cabai di Pasar Induk Naik 100 Persen

"Di bulan Maret ini malah jauh lebih merosot pasokannya. Minggu lalu rata-rata per hari hanya 88 ton dan minggu ini semakin turun, rata-rata 76 ton per hari," ujar Nurman, Selasa (15/3).

Menurutnya, dibanding minggu lalu, pasokannya memang menurun sekitar 14 persen. Namun untuk pasokan harian menurun sampai 49 persen. Bahkan jika dibanding bulan lalu, perbedaannya sangat signifikan, menurun hingga 50 persen.

Menurutnya, tingginya harga cabai dan merosotnya pasokan di Pasar Induk Kramat Jati, akan sangat berpengaruh terhadap harga di pasar tradisional. Sebab seluruhnya bersumber dari Pasar Induk Kramat Jati.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Jalan Sebidang Pasar Minggu Ditarget Rampung Awal 2027

    access_time16-07-2026 remove_red_eye2062 personFakhrizal Fakhri
  2. Mitigasi Cegah Kendaraan Angkutan Barang Tabrak JPO Diperkuat

    access_time17-07-2026 remove_red_eye1037 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Reza dan Nadya Dinobatkan Sebagai Abnon Kepulauan Seribu

    access_time19-07-2026 remove_red_eye936 personAnita Karyati
  4. Pemprov DKI Segera Tangani Kenaikan Harga Sayuran

    access_time17-07-2026 remove_red_eye932 personFakhrizal Fakhri
  5. Lahan Tidur di Malaka Jaya Dijadikan Urban Farming

    access_time20-07-2026 remove_red_eye847 personNurito