You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
 Ojek Kapal Belum Turunkan Tarif Karena Solar Mahal
photo Suparni - Beritajakarta.id

Kapal Ojek Belum Turunkan Tarif

Koperasi kapal ojek wisata Kepulauan Seribu belum melakukan penurunan tarif kapal ojek.

Yang jelas nanti kita diskusikan dengan pemilik kapal soal tarif, karena pemilik kapal masih membeli solar dengan harga tinggi dari SPBU swasta

Mukti Ali, salah satu ketua koperasi kapal wisata tujuan rute pelabuhan Kali Adem, Penjaringan Jakarta Utara menuju ke beberapa pulau permukiman di Kepulauan Seribu mengatakan, saat ini pihaknya baru berkomunikasi dengan sejumlah pemilik kapal.

"Yang jelas nanti kita diskusikan dengan pemilik kapal soal tarif, karena pemilik kapal masih membeli solar dengan harga tinggi dari SPBU swasta dengan harga Rp 6.800-Rp 7.000 per liter, meskipun harga BBM turun," katanya, Senin (4/4).

Tarif Kapal Ojek Harus Disesuaikan

Ali menambahkan, mahalnya harga solar karena tidak ada SPBU Pertamina di dekat dermaga Kali Adem, sehingga SPBU swasta menerapkan harga tinggi.

Di SPBU swasta yang ada di ujung dermaga Pelabuhan Kali Adem harga per liter solar mencapai Rp 7.200-Rp 7.700. Sehingga harga tiket kapal ojek ke Pulau Seribu tetap dari mulai Rp 45.000 untuk jarak terdekat dan Rp 55.000 untuk tarif pulau terjauh.

Menurutnya, saat ini pihaknya masih disibukkan dengan persoalan perizinan kapal dan surat-surat izin berlayar dari kapal ojek yang bermasalah. Sehingga belum sempat berdiskusi kembali soal penyesuaian tarif.

"Secepatnya saya akan konfirmasikan dengan pemilik kapal ojek, terkait tuntutan untuk penyesuaian tarif kapal," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ketua RT di Gandaria Utara Ini Tak Henti Berinovasi

    access_time16-05-2026 remove_red_eye6285 personTiyo Surya Sakti
  2. Sterilisasi Kucing di Palmerah Dilakukan Pekan Depan

    access_time15-05-2026 remove_red_eye2752 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Gerakan Pilah Sampah Menuju Jakarta Lebih Bersih, Sehat, dan Asri

    access_time15-05-2026 remove_red_eye2284 personFakhrizal Fakhri
  4. Dinkes Monitoring Kasus Hantavirus, Waspadai Penularan

    access_time18-05-2026 remove_red_eye1913 personDessy Suciati
  5. Sudin LH Jaktim Olah 3,4 Ton Sampah Organik Jadi Pakan Maggot dan Kompos

    access_time18-05-2026 remove_red_eye1789 personNurito