You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Pengawasan Jajanan Di Pulau Seribu Harus Intens Dilakukan
photo Suparni - Beritajakarta.id

Pengawasan Panganan Berbahaya Diperketat

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Administrasi Kepulauan Seribu memperketat pengawasan panganan dan obat-obatan yang beredar di pasaran. Bahkan, tidak hanya warung di permukiman dan kantin sekolah, pengawasan juga akan menyasar pasar wisata yang ramai akhir pekan

Terkait temuan itu harus intens dilakukan pengawasan oleh sudin (suku dinas, -red) terkait

Wakil Bupati Kepulauan Seribu, Muhammad Anwar mengatakan, pengetatan pengawasan akan dilakukan terkait temuan panganan serta obat berbahaya oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di DKI Jakarta.

Kosmetik dan Jamu Ilegal Ditemukan di Pulau Seribu

"Terkait temuan itu harus intens dilakukan pengawasan oleh sudin (suku dinas, -red) terkait. Pulau Seribu telah ditunjuk presiden sebagai 10 destinasi wisata nasional, kita harus jaga," ujarnya, Senin (18/4).

Ditambahkan Anwar, kuat diduga makanan atau jajanan yang mengandung bahan berbahaya seperti formalin, boraks, zat pewarna tekstil maupun bahan kimia obat (BKO) berasal dari darat. Sebab, di Pulau Seribu produk makanan rumahan sangat jarang.

"Kami ingin pengawasan rutin dilakukan tidak hanya di warung-warung tetapi di kantin sekolah, di pasar wisata yang ramai setiap akhir pekan seperti di Pulau Tidung dan Pulau Untung Jawa," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pendataan Awal Pengadaan Tanah MRT Thamrin-Kwitang Dimulai

    access_time19-09-2026 remove_red_eye2484 personFakhrizal Fakhri
  2. Rencana Penataan Kawasan Jalan Tambora Disosialisasikan

    access_time21-09-2026 remove_red_eye1306 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Tarif LRT Kelapa Gading-Manggarai Didorong Terjangkau dan Terintegrasi

    access_time21-09-2026 remove_red_eye1048 personFakhrizal Fakhri
  4. Pemprov DKI Ajak Warga Hemat Energi Lewat Aksi 60 Menit Hari Ini

    access_time19-09-2026 remove_red_eye1047 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. Bahas Krisis Iklim hingga Pangan, Pramono Bertolak ke New York

    access_time18-09-2026 remove_red_eye881 personDessy Suciati