You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Angkot dan Pengojek Stasiun Tanah Abang Luput dari Penindakan
photo Andry - Beritajakarta.id

Angkot dan Ojek Bikin Semrawut Tanah Abang

Operasi terpadu yang digencarkan petugas gabungan dari Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) dan Polres Jakarta Pusat di kawasan pasar dan Stasiun Tanah Abang, tidak membuat sopir angkutan kota (angkot) 08 jurusan Tanah Abang-Kota, dan pengojek pergi dari kawasan tersebut. Keberadaan mereka yang semakin hari semakin banyak membuat pintu masuk Stasiun Tanah Abang, tepatnya di ruas Jalan Jati Baru terlihat semrawut. Bahkan, separuh badan jalan di pintu keluar stasiun pun kini telah penuh dengan keberadaan angkutan rakyat tersebut.

Para pengojek di pintu keluar stasiun, sudah pernah kita cabut pentil. Kita tidak bisa kenakan sanksi tilang karena itu kewenangan polisi

Akibat keberadaan mereka, arus lalulintas di depan pintu masuk dan pintu keluar Stasiun Tanah Abang macet total. Ironisnya, para personel Sudinhub Jakarta Pusat yang bertugas di lapangan seolah tak berani melakukan penindakan.

Kasudin Perhubungan Jakarta Pusat, Syamsuddin mengaku, sopir angkot 08 yang memarkirkan kendaraan di depan Stasiun Tanah Abang telah diberikan sanksi tilang. Sementara puluhan pengojek yang memenuhi bahu jalan dikenakan sanksi gembos ban.

Bikin Macet, Angkot di Stasiun Tanah Abang Harus Ditertibkan

"Para pengojek di pintu keluar stasiun, sudah pernah kita cabut pentil. Kita tidak bisa kenakan sanksi tilang karena itu kewenangan polisi," ujarnya, Rabu (18/6).

Menurutnya, operasi terpadu di kawasan Pasar Tanah Abang masih berjalan sampai 30 Juni mendatang. Karena itu, dalam penertiban berikutnya pihaknya akan menyisir kawasan Blok G, Blok A, Blok B hingga stasiun.

"Operasi terpadu masih berjalan sampai tanggal 30 Juni. Pengojek dan sopir angkot 08 di depan stasiun juga jadi sasaran kami, cuma begitu kita razia ke situ, mereka sepi, tapi begitu ditinggal datang lagi," ucapnya.

Syamsuddin membantah jika pihaknya dikatakan lemah mengawasi pengojek maupun sopir angkot di depan Stasiun Tanah Abang. Sebab, setiap harinya, tiga orang personelnya selalu ditugaskan mengawasi pengojek dan sopir angkot di kawasan itu secara bergantian. Pihaknya juga mengaku tidak takut menertibkan pengojek tersebut, meskipun rata-rata mereka adalah warga sekitar Tanah Abang.

"Di situ kita tempatkan tiga personel bergantian. Kalau dibilang kosong, mungkin mereka sedang istirahat makan. Kalau pengojek tertangkap tangan di situ, kita cabut pentil. Kalau tilang urusan polisi," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Komisi E Minta Verifikasi KJP tak Putus Bantuan di Tengah Tahun

    access_time10-09-2026 remove_red_eye1297 personFakhrizal Fakhri
  2. 17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar

    access_time14-09-2026 remove_red_eye1045 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Gempa di Perairan Pulau Seribu Tidak Akibatkan Kerusakan

    access_time12-09-2026 remove_red_eye948 personBudhi Firmansyah Surapati
  4. Konstruksi Ruang Multifungsi dan Entre Baru Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta Capai 23,52 Persen

    access_time10-09-2026 remove_red_eye877 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

    access_time14-09-2026 remove_red_eye756 personBudhi Firmansyah Surapati