You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
HIV/AIDS
photo Doc - Beritajakarta.id

Ratusan Pekerja Hiburan Malam Terinfeksi HIV/AIDS

Jumlah pengidap HIV/AIDS terus meningkat setiap tahunnya di wilayah Jakarta Barat. Mayoritas yang mengidap penyakit tersebut adalah perempuan karena tertular saat berhubungan seks. Bahkan dari catatan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Jakarta Barat, pada 2012, di kawasan hiburan malam di Mangga Besar, Tamansari,  ada 448 pekerja malam yang terinfeksi  penyakit menular seksual (PMS). Sebanyak 211 pekerja malam di antaranya positif terjangkit virus HIV/AIDS.

Tidak menutup kemungkinan penyebaran HIV AIDS lebih besar dari temuan yang ada. Karena banyak pengelola hiburan malam yang tidak peduli dengan kondisi kesehatan pekerjanya

Sementara saat ini, di Jakarta Barat, ada 329 pengidap virus HIV dan 185 positif terjangkit AIDS. Temuan tersebut merupakan hasil tes Dinas Kesehatan DKI di sejumlah wilayah yang berpotensi rawan penyebaran virus HIV/AIDS, terutama di kawasan hiburan malam dan lokasi prostitusi.

"Tidak menutup kemungkinan penyebaran HIV/AIDS lebih besar dari temuan yang ada. Karena banyak pengelola hiburan malam yang tidak peduli  dengan kondisi kesehatan pekerjanya," kata Suhaya, Kepala Seksi Promosi dan Pencegahan AIDS KPA Jakarta Barat, Rabu (25/6).

2 Warga Kalijodo Terjangkit HIV

Suhaya mengungkapkan, pihaknya terus berupaya untuk menekan penyebaran virus berbahaya tersebut. KPA Jakarta Barat sudah melakukan upaya tiga langkah pencegahan, seperti promosi melakukan hubungan seks yang aman, bantuan advokasi serta sosialisasi tentang pengetahuan HIV/AIDS.

Selain itu, KPA Jakarta Barat juga melakukan upaya lain, mulai dari penandatanganan komitmen para satuan kerja perangkat daerah (SKPD), camat, lurah hingga pengusaha/pemilik tempat hiburan dan unsur masyarakat lainnya.

"HIV/AIDS adalah tanggung jawab bersama antara KPA dan SKPD yang berhubungan langsung dengan program kesehatan masyarakat. Untuk itu kita harapkan ada koordinasi dalam menyosialisasikan, promosi dan advokasi guna mencegah penyebaran penyakit HIV/AIDS," kata Suhaya.

Suhaya menambahkan, Jakarta Barat ditunjuk sebagai salah satu wilayah yang jadi perhatian program getting to zero. Sebagai pilot project untuk penanggulangan HIV/AIDS di Indonesia. Tahun 2015, tiga kota dan tujuh negara sepakat ke titik nol HIV/AIDS.

"Jakarta Barat sebagai pilot project program getting to zero, untuk itu para SKPD harus ingat dengan komitmen yang telah disepakati. Penyebaran HIV/AIDS harus kita cegah," tegas Suhaya.

Di sisi lain, di Jakarta Barat, dari sekitar 305 tempat hiburan, hanya 60 persen tempat hiburan yang peduli melakukan pemeriksaan kesehatan karyawannya agar tidak terjangkit PMS atau HIV/AIDS.

“Biasanya bos tempat hiburan malam enggan mengeluarkan biaya untuk pemeriksaan. Mereka lebih memilih memecat karyawannya yang sakit atau membiarkannya tetap bekerja," kata Suhaya

Selain itu berdasarkan data dari Kementerian kesehatan, DKI Jakarta menduduki peringkat pertama penderita HIV/AIDS. Pada 2011 kasus AIDS mencapai 5.650 dan HIV 5.555 kasus. Ironisnya setiap tahun terus meningkat hingga 25 persen. Dari total 11.205 kasus, peringkat kedua provinsi Papua dengan 3.939 kasus dan posisi ketiga Jawa Barat sebanyak 3.809 kasus.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Lurah Kalisari Minta Maaf Terkait Unggahan Foto AI, Petugas Disanksi

    access_time06-04-2026 remove_red_eye6840 personNurito
  2. PPSU Jelambar Himpun 144 Liter Minyak Jelantah

    access_time01-04-2026 remove_red_eye1779 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Jaksel dan Jaktim Berpotensi Diguyur Hujan Ringan

    access_time31-03-2026 remove_red_eye1141 personDessy Suciati
  4. DPP APWI Gelar Halal Bihalal Bersama Widyaiswara

    access_time01-04-2026 remove_red_eye1136 personFolmer
  5. Pemprov DKI Pastikan Gelar Lebaran Betawi 2026 Pekan Depan

    access_time03-04-2026 remove_red_eye1017 personFakhrizal Fakhri