You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Bus AKAP di Terminal Pasar Minggu Masih Kedapatan Tidak Laik Jalan
photo Aldi Geri Lumban Tobing - Beritajakarta.id

9 Bus AKAP di Pasar Minggu Tak Laik Jalan

Sejumlah bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) di Terminal Pasar Minggu, dalam kondisi tidak laik saat dilakukan pemeriksaan kelaikan jalan untuk arus mudik. Karena itu, petugas Suku Dinas Perhubungan dan Transportasi Jakarta Selatan, tidak memperbolehkan bus-bus tersebut beroperasi.

Kami lakukan operasi kelaikan jalan jelang arus mudik secara berkala agar masyarakat dapat merasakan keamanan, kenyamanan dalam arus mudik

Kepala Terminal Pasar Minggu, Frendy Manalu‬ mengatakan, sembilan bus AKAP ditilang dan tidak diperbolehkan beroperasi karena menggunakan ban vulkanisir. Sembilan bus yang ditilang itu berasal dari PO bus berbeda yakni, Sumber Alam, Daya Melati, Laju Prima, Sinar Jaya, Sadya Mulya, Dewi Sri, GMS, Sumber Alam, Purwowidodo.

"Kami lakukan operasi kelaikan jalan jelang arus mudik secara berkala agar masyarakat dapat merasakan keamanan, kenyamanan dalam arus mudik," ucapnya, Selasa (28/6).

11 Terminal di DKI Lakukan Ramp Check Angkutan Lebaran

Menurut Frendy, bus-bus tersebut boleh kembali beroperasi setelah mengganti ban. Tidak hanya itu, semua kelaikan juga perlu diperhatikan dan akan diperiksa kembali seperti rem tangan, alat pengukur kecepatan, sabuk keselamatan pengemudi, dan kondisi kaca depan.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Jalan Sebidang Pasar Minggu Ditarget Rampung Awal 2027

    access_time16-07-2026 remove_red_eye2108 personFakhrizal Fakhri
  2. Mitigasi Cegah Kendaraan Angkutan Barang Tabrak JPO Diperkuat

    access_time17-07-2026 remove_red_eye1094 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Reza dan Nadya Dinobatkan Sebagai Abnon Kepulauan Seribu

    access_time19-07-2026 remove_red_eye998 personAnita Karyati
  4. Lahan Tidur di Malaka Jaya Dijadikan Urban Farming

    access_time20-07-2026 remove_red_eye995 personNurito
  5. Pemprov DKI Segera Tangani Kenaikan Harga Sayuran

    access_time17-07-2026 remove_red_eye979 personFakhrizal Fakhri