You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Ekspor di DKI Jakarta Meningkat 9,95 Persen
photo Rudi Hermawan - Beritajakarta.id

Nilai Ekspor DKI Meningkat 9,95 Persen

Nilai ekspor produk asal DKI Jakarta pada bulan Juni 2016 mencapai 1.090,68 juta dollar Amerika atau meningkat 9,95 persen dari nilai ekspor bulan Mei 2016 yang mencapai 992,01 juta dollar Amerika.

Kondisi ini sangat bagus meningkat 9,95 persen dibandingkan bulan dan tahun sebelumnya sama-sama positif

"Kondisi ini sangat bagus meningkat 9,95 persen dibandingkan bulan dan tahun sebelumnya sama-sama positif," ujar Dody Rudyanto, Kepala Bidang Statistik Distribus Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, Senin (1/8).

Dikatakan Dody, ekspor produk DKI Jakarta ke negara ASEAN yang paling tinggi yakni ke Filipina sebesar 13,67 persen.

Nilai Ekspor Produk Perikanan Muara Baru Rp 23 Triliun

"Produk tertinggi diekspor kendaraan dan bagiannya sebesar 28,56 persen, kedua perhiasan dan permata 16,02 persen," tandasnya.

Sedangkan impor melalui DKI Jakarta bulan Juni 2016, dikatakan Dody mencapai 6.351,40 juta dollar Amerika meningkat 10,15 persen dari nilai impor Mei 2016 yakni 5.766,15 juta dollar Amerika. Namun impor tersebut tidak murni digunakan oleh DKI Jakarta, tapi bisa juga ke Jawa Barat dan Banten.

"Impor tertinggi yakni besi dan baja sebesar 5,68 persen dan mudah-mudahan ekspor di Jakarta terus meningkat," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1180 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1154 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye938 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye920 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye842 personBudhi Firmansyah Surapati