Kepemilikan Lahan Makam di DKI Harus Diundi
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengatakan peruntukkan lokasi makam di DKI akan diundi. Langkah ini untuk mengindari adanya makam fiktif yang merugikan warga.
Harusnya siapa yang datang, diundi supaya lebih adil. Kamu juga nggak mau kan orang tua kamu ada kerabat meninggal di nomor sembarangan. Harusnya diundi
"Kerugiannya ya itu orang jadi merasa nggak adil, yang punya duit ada di posisi yang enak. Tapi yang nggak punya duit dibuang kemana-mana," kata Basuki di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (2/8).
Basuki menilai, pengundian ini juga dilakukan karena makam di DKI jumlahnya terbatas. Ahli waris yang memiliki uang lebih juga tidak bisa meminta makam yang lokasinya stategis.
Warga Jakbar Diimbau Urus IPTM Tidak Melalui CaloKeberadaan makam fiktif itu yang menjadi alat oknum petugas melakukan pungutan liar. Jika ingin mendapatkan makam di posisi paling depan, warga dimintai uang hingga jutaan rupiah.
"Harusnya siapa yang datang, diundi supaya lebih adil. Kamu juga nggak mau kan orang tua kamu ada kerabat meninggal di nomor sembarangan. Harusnya diundi," tandasnya.
Seperti diketahui, Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta terus membongkar keberadaan makam fiktif. Jumlahnya makam fiktif itu hampir semuanya ada di Taman Pemakaman Umum (TPU).