You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Arus Mudik Diterminal Pulo Gadung Mulai Meningkat
photo Jhon Syah Putra Kaban - Beritajakarta.id

Arus Mudik di Terminal Pulogadung Meningkat

Memasuki H-3 lebaran, aktivitas arus mudik di Terminal Pulogadung, Jakarta Timur mulai mengalami peningkatan. Puncak arus mudik di terminal ini diperkirakan akan terjadi pada H-2 atau Sabtu (25/7).

Mulai H-7 sampai Siang ini sudah 533 bus dan 10.411 penumpang yang diberangkatkan dari Terminal Pulogadung

"Mulai H-7 sampai Siang ini sudah 533 bus dan 10.411 penumpang yang diberangkatkan dari Terminal Pulogadung," ujar Muhammad Arafat, Kepala Terminal Pulogadung, Jumat (25/7).

Dikatakan Arafat, kebanyakan para pemudik yang berangkat dari Terminal Pulogadung menuju beberapar kota di Pulau Jawa seperti, Tegal, Pekalongan, Cilacap, Jepara dan Kudus. 

Arus Mudik di Kampung Rambutan Turun 50 Persen

"Kalau pabrik kan sudah libur, sedangkan kantor pemerintahan liburnya besok, sehingga dipastikan besok sore adalah puncak arus mudik," katanya.

Arafat berpesan kepada para calon pemudik untuk tidak ragu berangkat dari Terminal Pulogadung, karena pihaknya telah bekerjasama dengan PO Bus untuk menyediakan bus tambahan saat puncak arus mudik nanti.

"Bagi pemudik jika merasa dirugikan oleh PO, terkait tarif dapat melaporkan ke terminal. Nanti akan dilaporkan ke Kementerian Perhubungan jika ada PO yang memasang tarif tak sesuai ketentuan," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1182 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1156 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye942 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye923 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye843 personBudhi Firmansyah Surapati